Inilah Keutamaan Bulan ramadhan

0
830
keutamaan bulan Ramadhan
keutamaan bulan Ramadhan

Elfatica.com – Bulan ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat islam, baik tua maupun muda. Karena di bulan inilah kita melaksanakan ibadah yang tidak ada di bulan lainnya yaitu puasa wajib Ramadhan, membayar zakat fitrah bagi yang masuk kriteria dan juga melaksanakan sholat sunnah Idul Fitri. Dan selain itu, di Indonesia tercinta ini ada satu momen yang hampir tidak ditemukan di bulan-bulan lainnya yaitu momen mudik. Namun tahukah Sahabat bagaimana Allah SWT memuliakan bulan ini dibanding bulan-bulan lainnya? Mari kita simak keutamaan-keutamaan yang terdapat dalam bulan Ramadhan berikut ini.

Inilah Keutamaan Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah salah satu bulan yang utama dalam penanggalan Islam, dimana banyak sekali momen penting yang terjadi di bulan ini.

keutamaan bulan Ramadhan
keutamaan bulan Ramadhan. image credits: internet

Berikut ini adalah keutamaan bulan Ramadhan yang mesti kita ketahui sebagai umat Islam agar dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mendapatkan berkah di bulan ini:

1. Bulan Ramadhan adalah Bulan diturunkannya Al-Qur’an

Keutamaan pertama dari bulan Ramadhan adalah pada bulan inilah pertama kali Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam hal ini Allah berfirman:

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah: 185).

Buku Rekomendasi:

Simple Ramadhan

Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan, di mana petunjuk dan berbagai pengaruh serta nilainya telah terealisasi di muka bumi ini. Dan pada bulan ini pula al-Qur-an diturunkan sebagai ilmu dan pengetahuan, sebagai penunjuk jalan (kehidupan) sekaligus sebagai norma untuk berpijak. Sebelumnya, kekufuran telah merebak luas dan menghantui manusia. Tetapi ketika al-Qur-an datang, kekufuran itu terhenti, kegelapan pun terusir dan ruh kembali bersemangat untuk memasuki kehidupan. Sebab, risalah Islam akan dapat mempengaruhi dimensi ruh dalam kehidupan serta menjalankan fungsinya dalam merubah wajahnya yang gelap menjadi wajah yang terang bersinar, yang membawa kecintaan, kejernihan, hidayah dan bimbingan.

bulan Ramadhan awal diturunkannya Al Quran
bulan Ramadhan awal diturunkannya Al Quran. image credits: islampos.com

Kisah wahyu pertama turun kepada Nabi Muhammad SAW antara lain adalah sebagai berikut:

Pada malam di bulan Ramadhan malaikat Jibril turun kepada Nabi Muhammad SAW dan menyampaikan firman Allah:

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha mulia, Dia mengajari manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-Alaq[96]:1-4).

Mengenai kisah turunnya malaikat Jibril kepada Rasulullah terdapat dalam shahihain yang diceritakan oleh Aisyah Ummul Mu’minin, beliau menuturkan, “Awal mula turunnya wahyu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah berupa mimpi yang benar dalam tidur beliau. Beliau tidak pernah melihat sesuatu dalam mimpinya melainkan ada sesosok yang datang menyerupai fajar subuh. Kemudian beliau bertahannuts di gua Hira selama beberapa malam, sebelum kemudian pulang mengambil bekal untuk bertahannuts lagi. Lalu beliau menemui Khadijah radhiyallahu ‘anha dan mempersiapkan bekal kembali.

Hingga suatu ketika datanglah kebenaran yang nyata (al-Haq) tatkala beliau berada di Gua Hira. Pada saat itu beliau didatangi oleh Malaikat Jibril seraya berkata kepadanya, “Bacalah!” “Aku tidak dapat membaca”, jawab Nabi. Rasulullah berkata, ‘’Lalu Makaikat Jibril memegangi dan merangkulku sampai aku merasa sesak, kemudian ia melepaskanku. Malaikat Jibril kembali memegangiku untuk kedua kalinya, seraya berkata, “Bacalah”. Aku menjawab, “Aku tidak dapat menjawab”. Iapun kembali memegangiku dan merangkulku hingga aku merasa sesak. Lalu ia kembali melepaskanku seraya berkata, “Bacalah!” Aku kembali menjawab, “Aku tidak bisa membaca”. Kemudian Malaikat Jibril kembali menekanku lalu melepaskanku seraya berkata kepadaku:

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha mulia, Dia mengajari manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-Alaq[96]:1-4).

Lalu Rasulullah kembali ke rumah dalam keadaan gemetar (hatinya gemetar) lalu masuk menemui khadijah binti khuwalid Radhiyallahu ‘anha seraya berkata “Zammiluniy, zammiluniy” selimuti aku, selimuti aku, lalu Khadijah menyelimutinya hingga hilang rasa takut darinya, kemudian beliau berkata kepada Khadijah dan mengabarkan kabar: “aku takut atas diriku sendiri” , Khadijah berkata “sekali-kali tidak, demi Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakanmu selamanya, sungguh engkau selalu menyambung tali persaudaraan (bersilaturahim), ikut meringankan beban orang lain, berderma kepada orang tak berpunya, memuliakan tamu, dan menolong orang yang menegakkan kebenaran.

Lalu Khadijah pergi bersama beliau menemui Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul ‘Uzza sepupuh Khadijah. Beliau adalah seorang penganut Nasrani pada masalah jahiliyah dan dapat menulis bahasa Ibrani, saat itu beliau sudah tua dan kondisinya buta. Khadijah berkata kepadanya, “Wahai anak pamanku, dengarkanlah (berita) dari anak saudaramu ini”. Waraqah berkata: “Wahai anak saudaraku (kemanakan), apa yang engkau lihat?” maka Rasulullah mengabarkan peristiwa yang beliau lihat. Waraqah berkata kepada beliau, “inilah Namus (malaikat) yang turun kepada Nabi Musa, andaikan aku masih muda, andaikan aku masih hidup ketika kaummu mengusirmu. ”Apakah mereka akan mengeluarkan/ mengusirku?” Tanya Rasulullah. “Iya, tidak ada satupun yang datang membawa ajaran seperti (ajaran) yang engkau bawa melainkan ia pasti disakiti, andaikan aku masih mendapati hari tersebut niscaya aku menolongmu.” Tak berapa lama kemudian Waraqah meninggal dunia pada saat-saat wahyu turun kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Peristiwa ini terjadi pada bulan Ramadhan sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Ishaq dan Abu Sulaiman Ad Dimasyqy yang dikutip oleh Ibnul Jauzy dalam kitabnya Zaadul Masir Fiy ‘Ilmittafsir.

2. Ketika Ramadhan Tiba, Setan-setan di Belenggu, Pintu-pintu Neraka ditutup dan Pintu-pintu Surga dibuka

Pada bulan Ramadhan yang mulia dan agung inilah dimana saat Allah memperbesar pahala, melipatgandakan ganjaran, dan membuka pintu-pintu kebaikan bagi orang-orang yang menginginkannya.

Di antara hadits yang agung yang menunjukkan keutamaan bulan Ramadhan adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Apabila telah datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu” (HR. Bukhari No. 3277 dan Muslim No. 1079).

Ilustrasi setan dibelenggu pada bulan Ramadhan
Ilustrasi setan dibelenggu pada bulan Ramadhan. image credits: internet

Dalam riwayat lain, Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam juga bersabda :

“Apabila datang awal malam dari bulan Ramadhan, setan-setan dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintupun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka tidak ada satu pintupun yang ditutup. Dan seorang penyeru menyerukan: ‘Wahai orang yang menginginkan kebaikan kemarilah. Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan tahanlah.’ Dan Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu terjadi pada setiap malam.” (HR. At-Tirmidzi dalam Sunan-nya no. 682 dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya no. 1682, dihasankan Asy-Syaikh Albani rahimahullahu dalam Al-Misykat no. 1960).

Syaikh ‘Utsaimin rahimahullah menjelasakan ”Pintu-pintu surga dibuka pada bulan ini oleh karena banyaknya amal saleh yang dikerjakan, dan sekaligus untuk memotivasi umat islam agar melakukan kebaikan. Pintu-pintu neraka ditutup karena sedikitnya maksiat yang dilakukan oleh orang-orang yang beriman. Setan-setan diikat dan dibelenggu, tidak dibiarkan lepas seperti di bulan-bulan selain Ramadhan.” (Majaalisu Syahri Ramadhan, Syaikh ‘Utsaimin).

3. Di Bulan Ramadhan terdapat Malam Yang Penuh Kemuliaan dan Keberkahan

Pada bulan Ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam ini disebut dengan lailatul qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah, yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan saat diturunkannya Al Qur’anul Karim.

Ramadhan lebih baik dari malam seribu bulan
Ramadhan lebih baik dari malam seribu bulan. Image credits: internet

Dalam hal ini Allah Ta’ala berfirman:

”Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3).

Dan Allah Ta’ala juga berfirman:

”Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhan: 3).

Yang dimaksud malam yang diberkahi di sini adalah malam lailatul qadr. Inilah pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Jarir Ath Thobari rahimahullah dalam Tafsir Ath Thobari, 21/6.Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama di antaranya Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.

4. Di Bulan Ramadhan Adalah salah Satu Waktu dimana Allah Akan Mengabulkan Do’a

Pada bulan Ramadhan yang mulia Allah SWT berjanji akan mengabulkan do’a dari para hambanya yang memanjatkan do’a kepada-Nya.

banyak berdoa di bulan Ramadhan
banyak berdoa di bulan Ramadhan. image credits: republikaonline.com

Hal ini seperti yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai berikut. Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a pasti dikabulkan.” (HR. Al Bazaar. Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (10:149) mengatakan bahwa perawinya tsiqah (terpercaya). Lihat Jaami’ul Ahadits, 9:224).

Penutup

Demikianlah Sahabat Elfatica, beberapa keistimewaan dan keutamaan bulan Ramadhan yang sebentar lagi akan datang, insya Allah. Mari kita berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan, mari kita mempersiapkan diri agar dapat melaksanakan amal ibadah yang terbaik pada bulan Ramadhan. Dan semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, dan mengampuni dosa-dosa kita. Serta menjadikan kita sebagai salah satu hamba-Nya yang bertakwa, Amiin..

Rujukan:
a. Buku Panduan Bulan Ramadhan: Ustadz Mumahmad Abduh Tuasikal, ST, Msc.
b. Almanhaj.or.id
c. Muslim.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here