Apa Itu Hosting? Berikut Jenis-jenisnya dan Faktor Yang Harus Diperhatikan Saat Membelinya

0
449
apa itu hosting
apa itu hosting

Elfatica.com – Setelah kita membahas dengan jelas apa itu domain dan fungsinya,maka sekarang saatnya kita membahas partnernya yaitu hosting. Sebuah domain tidak dapat hidup tanpa adanya hosting yang mengurus file-file yang harus ditampilkan pada sebuah domain. Nah untuk melihat lebih jelas apa itu hosting dan juga jenis-jenisnya, berikut kita simak di bawah ini.

adv

Apa Itu Hosting? Inilah Penjelasan Lengkapnya

Hosting merupakan tempat layanan untuk menyimpan semua data yang berupa file pada website. Layanan ini pula yang memastikan sebuah alamat domain atau website dapat diakses via internet. Pengertian hosting atau web hosting adalah sebuah tempat di mana file dan data yang diperlukan oleh website disimpan serta dapat diakses dan dikelola melalui internet. File website yang disimpan pada hosting berupa video, gambar, email, script, aplikasi dan database.

Server merupakan komputer fisik yang dijalankan tanpa adanya interupsi sehingga website Anda bisa diakses kapan saja oleh siapa pun. Web host bertugas untuk menjaga server agar tetap aktif dan berjalan, mengamankannya dari serangan cyber berbahaya, dan memindahkan konten (teks, gambar, file) dari server ke browser pengunjung situs Anda.

apa itu hosting
apa itu hosting. credits: d-net.id

Saat Anda menggunakan internet untuk mengunjungi sebuah website, apa yang Anda lakukan? Yang Anda lakukan pertama kali adalah membuka browser, baik Google Chrome, Mozilla Firefox atau Microsoft Edge. Kemudian pada browser Anda akan mengetikkan nama domain atau kata kunci tertentu di kolom pencarian Google. Kemudian komputer Anda akan terhubung ke server dan halaman website akan dikirimkan dan ditampilkan melalui browser, contohnya seperti halaman yang sedang Anda baca saat ini. Alamat yang Anda ketikkan di browser adalah alamat domain, sedangkan data yang tampil dan terbaca pada browser Anda adalah data-data yang diambil dari hosting yang tertaut pada alamat domain.

Jenis-jenis Hosting

Ada berbagai macam jenis atau paket hosting yang ditawarkan oleh para penyedia hosting, mulai dari shared hosting dan sebagainya. Berikut ini beberapa jenis hosting yang bisa Anda beli saat akan membangun sebuah website:

1. Shared Hosting

Shared hosting merupakan tipe web hosting yang paling banyak digunakan. Paket ini menjadi pilihan yang pas untuk blog dan website sederhana. Ketika Anda bertanya tentang apa itu web hosting, biasanya user akan merujuk pada shared hosting. Dengan shared hosting, Anda berbagi server dengan klien lainnya di provider hosting yang sama. Website yang dionlinekan di server yang sama berbagi semua resource, seperti memori, computing power, disk space, dan lain-lain.

Kelebihan Shared Hosting:

  • Murah
  • Mudah digunakan oleh pemula (bahkan tak harus menguasai bahasa pemrograman)
  • Pre-configured server
  • Control panel yang mudah digunakan
  • Maintenance dan administrasi server dilakukan oleh penyedia hosting

Kekurangan Shared Hosting:

  • Sedikit atau sama sekali tidak dapat mengontrol konfigurasi server (tidak mempunyai akses penuh terhadap suatu server hosting)
  • Apabila traffic tinggi di website pengguna lain, maka hal tersebut akan memengaruhi kinerja situs Anda. Bahkan jika ada serangan dDOS terhadap website lain yang servernya satu server dengan hosting Anda, website Anda bisa ikut terdampak dari serangan tersebut.

2. VPS (Virtual Private Server) Hosting

VPS Hosting merupakan hosting dengan tipe satu langkah di atas Shared Hosting. Dengan menggunakan VPS (Virtual Private Server) hosting, Anda masih berbagi server dengan pengguna lainnya. Akan tetapi, penyedia web hosting telah mengalokasikan beberapa bagian untuk Anda sendiri di server. Hal ini berarti Anda mendapatkan space server yang dedicated dan memperoleh sejumlah power computing dan memory. Selain itu, VPS hosting merupakan pilihan yang tepat bagi pengguna website bisnis yang trafficnya tinggi.

Kelebihan VPS Hosting:

  • Space server yang dedicated (tanpa harus membeli server dedicated)
  • Peningkatan traffic di website lain tidak berdampak bagi performa situs Anda
  • Akses root ke server
  • Scalability yang mudah
  • Dapat dikelola sendiri

Kekurangan VPS Hosting:

  • Sangat mahal jika dibandingkan dengan shared hosting
  • Harus menguasai informasi dan pengetahuan teknis terkai manajemen server

3. Cloud Hosting

Cloud hosting merupakan paket hosting yang paling baru dan paling banyak disukai di pasaran karena secara teori hosting ini menawarkan penggunaan yang tanpa downtime. Dengan cloud hosting ini Anda dapat menggunakan sekelompok server. File dan resource direplikasi di setiap server. Ketika salah satu server cloud sibuk atau bermasalah, maka traffic situs Anda akan secara otomatis di-route ke server lainnya dalam cluster.

Kelebihan Cloud Hosting:

  • Sedikit bahkan tidak ada downtime
  • Jika server error, sama sekali tidak akan memengaruhi situs Anda
  • Alokasi resource sesuai permintaan
  • Bayar sesuai dengan yang Anda gunakan
  • Lebih scalable daripada VPS

Kekurangan Cloud Hosting:

  • Biaya sulit diperkirakan
  • Akses root tidak selalu tersedia

4. WordPress Hosting

WordPress hosting merupakan bentuk lain dari shared hosting dan dibuat untuk pengguna website WordPress. Server dikonfigurasi secara khusus untuk WordPress dan situs Anda dilengkapi dengan pre-installed plugin terhadap hal-hal penting, seperti caching dan keamanan. Karena konfigurasi sudah sangat optimal, maka situs Anda akan loading lebih cepat dan terhindar dari masalah. Acap kali paket WordPress hosting menyertakan fitur tambahan terkait WordPress, tema WordPress yang pre-designed, drag-and-drop page builder, dan tool developer yang spesifik.

Kelebihan WordPress Hosting:

  • Murah (umumnya memiliki kesamaan harga dengan shared hosting)
  • Mudah digunakan oleh pemula
  • One-click WordPress installation
  • Performa yang baik untuk situs WordPress
  • Customer support menguasai hal-hal yang berhubungan dengan WordPress.
  • Terdapat plugin dan tema WordPress yang pre-installed.

Kekurangan WordPress Hosting:

  • Hanya bisa digunakan oleh website yang dibuat di WordPress (masalah bisa muncul jika Anda ingin mengonlinekan banyak website di server, tetapi beberapa website Anda tidak dibuat menggunakan WordPress).

5. Dedicated Server Hosting

Dengan adanya dedicated hosting, Anda bisa memiliki server fisik sendiri yang secara khusus didedikasikan hanya untuk situs Anda. Karena itulah, penggunaan dedicated hosting sangatlah fleksibel. Anda dapat mengonfigurasikan sistem operasi dan software yang ingin digunakan, serta setup keseluruhan aspek hosting sesuai dengan kebutuhan Anda.

Menyewa dedicated server sama bagusnya dengan memiliki server sendiri, tetapi di dedicated server, Anda dibantu oleh customer support yang andal.

Kelebihan Dedicated Hosting:

  • Kontrol penuh terhadap konfigurasi server
  • Keandalan yang tinggi (Anda tiak perlu berbagi resource server dengan pengguna lain)
  • Akses root ke server
  • Keamanan terjamin

Kekurangan Dedicated Hosting:

  • Mahal
  • Harus menguasai pengetahui teknis terkait manajemen server

Faktor Apa Saja Yang Harus Dipertimbangkan Saat Memilih Hosting?

Bagi Anda yang akan membeli sebuah hosting untuk domain Anda – saat Anda akan membuat sebuah website, berikut ini adalah beberapa tips yang perlu diperhatikan saat memilih sebuah paket hosting:

1. Uptime

Salah satu faktor yang paling penting harus dimiliki oleh sebuah web hosting adalah dapat menjalankan website selama 24×7. Sehingga Anda membutuhkan sebuah web hosting yang memiliki performa server dan konektivitas maksimal. Oleh karena itu saat memilih sebuah layanan hosting, perhatikan faktor uptime dari hosting yang ditawarkan. Semakin mendekati 100% berarti semakin baik karena hampir tidak pernah down atau tidakpernah mati servernya. Tentu Anda tidak ingin pengunjung meninggalkan website karena website tidak bisa diakses.

Nilai uptime 95.5% ke atas adalah nilai yang direkomendasikan, tapi akan sangat bagus jika nilai garansi uptime berkisar ni nilai 99.9%.

Anda juga dapat melihat kondisi uptime server yang sebenarnya dengan cara menggunakan tools yang disediakan oleh penyedia jasa hosting.

2. Letak Geografis Hosting

Posisi dan letak geografis dari server juga menjadi salah satu komponen yang penting bagi Anda dalam memilih sebuah hosting. Pastikan letak server sesuai dengan demografis pengunjung yang akan Anda tuju. Jika Anda akan membuat sebuah website dengan pengunjung yang berasal dari Afrika, tentu tidak tepat jika Anda memilih hosting yang terletak di benua Amerika, karena nanti akan memakan waktu saat loading data dari server di Amerika menuju ke pengunjung di Afrika. Begitu juga jika tujuan pengunjung website adalah Indonesia, lebih baik jika Anda memilih server hosting yang terletak di Indonesia juga. Jika terjadi kerusakan koneksi backbone internet yang terletak di tengah laut maka website Anda tidak akan terlalu terdampak.

3. Terdapat Pilihan Upgrade

Pastikan layanan hosting yang akan Anda gunakan memiliki layanan untuk melakukan upgrade jika website Anda melebihi limit. Tapi jika Anda memiliki rencana untuk mengelola website dengan kebutuhan resource hosting yang besar, Anda selih baik menggunakan layanan VPS hosting.

4. Fitur Addon Domain

Harga sebuah nama domain terbilang sangat murah, hanya berkisar seratus ribuan untuk satu tahun penuh. Untuk Anda yang berencana mengelola lebih dari 5 website, pastikan paket hosting yang akan digunakan memiliki fitur addon domain minimal untuk 10 domain.

5. Garansi Uang Kembali

Penting untuk memastikan hosting yang Anda gunakan memberikan garansi uang kembali. Karena Anda belum mengetahui masalah yang akan dihadapi ketika Anda menggunakan hosting tersebut. Jika ada masalah setelah Anda menginstal website dan jalan selama 10 hari, maka Anda dapat meminta pengembalian uang pembayaran dan Anda bisa membeli hoting di tempat lainnya. Pastikan juga Anda menanyakan syarat dan ketentuan yang berlaku mengenai garansi tersebut.

6. Harga Pertama dan Perpanjangan

Pastikan Anda melakukan pengecekan harga paket hosting yang ditawarkan antara harga pendaftaran baru dan perpanjangan. Apakah harganya tetap sama atau jauh lebih mahal dengan harga perpanjangan. Akan lebih menguntungkan jika Anda memilih layanan hosting yang memberikan diskon yang cukup besar untuk pembelian pertama paket hosting.

7. Kontrol Panel yang Mudah Digunakan

Kontrol panel adalah sebuah tool yang dapat memudahkan Anda mengelola website pada akun hosting. Mulai dari melakukan instalasi website, membuat email, sampai dengan melakukan maintenance website.

Oleh karena itu pastikan kontrol panel yang disediakan dapat dengan mudah untuk digunakan. Karena untuk mengelola website tanpa adanya kontrol panel diperlukan kemampuan mengelola server menggunakan perintah command.

Saat ini, kontrol panel yang paling banyak digunakan adalah cPanel. Hal ini karena mudah digunakan dengan fitur yang lengkap.

8. Support 24 Jam

Support 24 jam adalah hal yang wajib ada untuk layanan hosting yang akan Anda gunakan. Hal ini akan berguna untuk mendapatkan bantuan ketika website Anda mengalami gangguan pada pukul 10 malam atau dini hari. Layanan web hosting terbaik akan menyediakan support 24 jam untuk membantu pelanggan.

Demikianlah pengertian apa itu hosting, jenis-jenis hosting dan faktor apa saja yang harus menjadi perhatian saat Anda akan membeli sebuah hosting. Semoga bermanfaat.

Berita sebelumyaApa Itu Domain? Inilah Pengertiannya Secara Lengkap
Berita berikutnyaInilah Kisah Nabi Adam AS, Manusia Pertama Yang Diciptakan Allah SWT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here