Tips Membaca Buku Agama atau Kitab Tebal

Tips Membaca Buku Agama atau Kitab Tebal

Seperti kita ketahui banyak sekali kitab yang mempunyai isi banyak sekali alias tebal. Nah bagaimanakah cara membaca buku atau kitab yang tebal itu sehingga menjadi menyenangkan, serta tidak jenuh dan mengantuk? Padahal buku-buku itu banyak sekali ilmu agama yang dapat kita ambil dan kita aplikasikan dalam kehidupan kita. Nah, berikut ini kami mencoba menguraikannya untuk Anda.

Buku bacaan memang memiliki ketebalan yang berbeda-beda. Ada yang tipis sekali, tipis, sedang, tebal, dan tebal sekali. Bagi yang sudah biasa atau memang suka membaca, tentu tidak ada masalah dalam membaca sebuah buku yang mempunyai ketebalan diatas rata-rata. Namun bagaimana dengan Anda yang agak susah atau malas membaca? Melihat bukunya saja rasanya sudah ingin menyimpannya kembali, ya kan?

Membaca buku atau kitab tebal itu memang susah-susah gampang. Terkadang jika waktunya pas maka kita akan mudah untuk membaca buku tersebut, bahkan sampai habis. Namun jika kondisinya sedang tidak pas maka membaca selembar saja sudah malas. Nah berikut ini beberapa tips dalam membaca buku tebal yang penting sehingga kita tetap bias istiqomah dalam menggali ilmu agama yang ada pada buku tersebut.

  1. Sebelum Membaca, Berwudhulah terlebih Dahulu
    Berwudhu, apa hubungannya? Nah dalam membaca sebuah buku agama Islam yang berisi ilmu-ilmu dunia akhirat ini, pasti bangsa syetan tidak akan ridho dan akan mengganggu kita untuk mengurungkan niat membacanya, atau jika kita bisa menepis bisikan itu, kita akan dibuat mengantuk sehingga hanya bisa membaca 1-2 lembar saja. Adakah yang seperti itu? Saat membaca buku-buku agama yang ada hanya ngantuk dan tidak bersemangat, tapi saat membaca komik atau cerita hiburan atau kisah fiksi yang tidak mengandung manfaat kita dibuat bersemangat. Itulah salah satu gangguan dari syetan. Untuk meminimalisirnya, berwudhulah sebelum membaca, dan niatkanlah kita membacanya untuk mengambil ilmu serta berlindung kepada Allah dari gangguan syetan yang terkutuk.
  2. Carilah Waktu Luang dan Lingkungan yang Kondusif Saat Membacanya
    Dalam membaca buku agama yang tebal, kita juga dituntut untuk bisa mengambil intisari ilmu yang terkandung dalam buku itu. Untuk itu diperlukanlah waktu yang longgar serta kondisi lingkungan yang mendukung untuk membacanya. Hal ini bisa kita siasati dengan membaca saat luang dan kondisi lingkungan yang masih sepi, seperti pada pagi hari sesudah sholat subuh, atau malam hari setelah sholat magrib. Dengan mempergunakan waktu yang sebaik-baiknya maka insya Allah kita akan mendapat ilmu dari buku yang kit abaca tersebut.
  3. Catatlah Hal-hal Yang Penting
    Saat membaca buku atau kitab agama yang tebal, sediakanlah buku catatan serta pena, yang akan kita gunakan untuk menulis hal yang kita anggap penting, serta halaman berapa poin tersebut tercantum di buku. Singkatnya kita dapat menulis semacam ringkasan ilmu dari buku tersebut. Dan jika kita sewaktu-waktu membutuhkan penjelasan panjang mengenai poin tersebut maka kita akan mengetahui dengan cepat pada halaman berapa pada buku tersebut.
  4. Bacalah Dengan Cara Estafet atau Dicicil
    Ini adalah poin yang sangat penting dalam membaca buku tebal. Membaca dengan cara dicicil, paling tidak dalam satu saat kita bisa membaca satu bab atau bagian pada buku itu. Fokuslah kita dalam satu bab tersebut, sehingga kita mengatahui apa yang disampaikan dalam bab tersebut, dan catatlah hal yang penting itu.
  5. Jangan Memutar Musik Saat Membaca dan Mempelajari Buku Agama
    Apa pula ini? Terlalu ekstrimkah? Sebetulnya tidak. Para ulama sudah bersepakat bahwa musik adalah salah satu hal yang menghalangi kita dalam belajar agama Islam. Dan perlu diketahui, para hafizh atau penghafal Al-Qur’an, tidak akan mempergunakan waktunya untuk mendengarkan musik. Karena AL-Qur’an dan musik adalah dua hal yang berlawanan, dan akan saling meniadakan. Kita bisa cepat hafal AL-Qur’an dengan tidak mendengarkan musik, dan akan melupakan Al-Qur’an saat kita sibuk mendengarkan musik. Jadi lebih baik kita tidak mendengarkan musik untuk seterusnya. Sebagai gantinya, kita bisa memutar murotal atau kajian-kajian Islam yang banyak tersebar di internet yang bebas diunduh.
  6. Membaca Cepat
    Membaca cepat diperlukan saat kita tidak mempunyai waktu banyak untuk membaca. Namun membaca cepat ini juga banyak dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai hobi memmbaca. Dengan membaca sekilas saja mereka sudah bisa mengambil intisari dari topic yang sedang dibahas dalam buku tersebut.

Demikianlah beberapa tips dalam membaca buku agama atau kitab yang tebal. Mungkin ada sedikit perbedaan metode yang paling efektif dalam membaca. Namun dalam membaca kitab-kitab atau buku agama Islam ini, kita harus memahami dan mengambil ilmu darinya, dan jika kita tidak begitu paham maka kita harus menanyakannya kepada ulama atau ustadz yang berkompeten, agar kita tidak salah memahami dan akhirnya tersesat. Selamat mambaca!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

error: Content is protected !!
Have no product in the cart!
0