RAMBAT CAHAYA ISLAM

RAMBAT CAHAYA ISLAM

“Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu beri peringatan! Dan Tuhanmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah, …” QS Al Muddatstsir: 1-5

Inilah tugas Rasulullah saw, menyampaiakan Al Quran kepada manusia. Setelah keluarga dan para sahabat masuk Islam, beliau berdakwah kepada penduduk Mekah. Mereka adalah suku Quraisy yang sangat jahiliyah dan penyembah berhala. Penolakan dahsyat kaum kafir ini membuat keselamatan Nabi terancam. Beliau hijrah ke Yatsrib membangun kehidupan baru yang berbudaya, yang dipandu Al Qur’an. Itulah sebabnya Yatsrib dinamakan Madinah yang berasal dari kata “tamaddun” artinya budaya. Madinah juga dikenal sebagai “Kota Nabi”. Beliau membebaskan Mekah (Fathu Makkah) bersama Muhajirin dan Anshar. Seluruh suku Quraisy akhirnya Islam, begitu juga wilayah-wilayah Arab lainnya. Berkibarlah bendera Islam di seluruh Jazirah Arab.

Rasulullah saw wafat tahun 11 H, yaitu tahun 632M. Sahabat beliau, Abu Bakar As-Siddiq (11-13 H) menjadi khalifah pertama. Setelah Abu Bakar wafat, sahabat Nabi, Umar bin Khattab (13-23H) menjadi khalifah kedua.  Pada masa pemerintahan Umar, surah-surah Al Quran dikumpulkan dan disusun. Di bawah khalifah ketiga, Utsman bin Affan (23-25H) sahabat dan menantu Rasul, Islam berkembang ke Pulau Cyprus hingga laut Atlantik, India dan Asia Tengah. Ia memperluas Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Orang Arab dan Cina sudah lama berhubungan baik lewat jalur perdagangan Laut Merah, Laut Arab, hingga Teluk Benggala. Lalu menyebar ke Asia Tengah melalui perdagangan darat jalur sutra. Islam pertama kali dibawa ke Cina oleh Panglima Sa’ad bin Abi Waqqash, sahabat Rasul. Pada masa dinasti Tang (618-907M) terdapat suku Islam Hui di Yunnan Selatan. Tahun 30 H atau 615M, konsul Cina datang menemui Khalifah Utsman. Hubungan diplomatik kedua pemerintahan terbina baik dan Islam berkembang bebas di Tiongkok. Dari Cina lah, orang Arab belajar membuat kertas dan mesin cetak. Penulisan 4 mushaf Al Quran berhasil dirampungkan dan dikirim ke negeri-negeri Islam. Pada tahun 656M beliau (Khalifah Utsman) terbunuh oleh perebutan kekuasaan.

Khalifah keempat, Ali bin Abi Thalib (25-40H) adalah sepupu, menantu, dan sahabat Nabi. Dengan seluruh jiwa raganya, ia mendampingi Rasulullah saw memperjuangkan Islam bersama para sahabat lainnya. Khalifah Ali mencari orang yang membunuh Utsman untuk diadili, sementara itu pertikaian politik dan perebutan kekuasaan terus berkobar. Ia mencoba meredakan dengan memindahkan ibu kota Madinah ke Kuffah, Irak. Beliau juga terpaksa menghadapi Perang Onta dan Perang Siffin. Akhirnya beliau (Khalifah Ali bin Abi Thalib) terbunuh pada suatu Shubuh.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

error: Content is protected !!
Have no product in the cart!
0