Perjalanan Hidup Khalifah Yang Agung Umar bin Abdul Azis – Darul Haq

Rp130,000.00 Rp115,000.00

Judul Buku: Perjalanan Hidup Khalifah Yang Agung Umar bin Abdul Azis, Ulama dan Pemimpin Yang Adil
Penerbit: Pustaka Darul Haq
Penulis: Dr. Ali Muhammad Ash-Shalabi
Cover: Hard Cover
Halaman: 628 halaman
Berat: 1.1 kg
Harga: Rp. 130.000,-
Pemesanan via WA/SMS: 085655298822

Description

Buku Perjalanan Hidup Khalifah Yang Agung Umar bin Abdul Azis, Ulama dan Pemimpin yang Adil merupakan salah satu buku biografi terbaik yang ditulis oleh Dr. Ali Muhammad Ash-Shalabi, seorang ahli sejarah Timur Tengah yang sudah membuat banyak buku biografi tokoh-tokoh Islam. Buku ini aslinya berjudul AL-KHALIFAH AR-RASYID WA AL-MUSHLIH AL-KABIR UMAR IBNU ABDUL AZIZ wa Ma’alim at-Tajdid wa al-Ishlah ar-Rasydi Ala Minhaj an-Nubuwwah, dan diterjemahkan serta diterbitkan oleh Penerbit Darul Haq.

Sinopsis Buku Perjalanan Hidup Khalifah Yang Agung Umar bin Abdul Azis, Ulama dan Pemimpin yang Adil karya Dr. Ali Muhammad Ash-Shalabi Penerbit Darul Haq

Buku Perjalanan Hidup Khalifah Yang Agung Umar bin Abdul Azis, Ulama dan Pemimpin yang Adil akan membuka mata hati kita betapa khalifah Islam yang satu ini benar-benar telah menjalankan ajaran Islam dengan sebenar-benarnya dalam pemerintahannya, sehingga kekhalifahan yang dipimpinnya sangat maju, adil dan sejahtera.

Umar bin Abdul Aziz sangatlah gemilang ketika memimpin negara yang beliau pimpin sehingga terlahirlah negara yang adil, negara yang penuh dengan keamanan dan ketenangan yang semua itu muncul dari sikap beliau yang selalu menuntut ilmu, semangat yang tidak kenal lelah, dan juga beliau ditopang oleh niat yang lurus kepada Allah Azza wa Jalla.

Pondasi Dasar Kepribadian Khalifah Umar bin Abdul Aziz

Beberapa dasar pondasi kepribadian dari Khalifah Umar bin Abdul Azis ini adalah:

  1.  Umar bin Abdul Aziz tumbur besar di tengah keluarga ibunya di Madinah. Abdul Aziz, bapak Umar, ketika itu adalah gubernur wilyah Mesir, dan ketika ibunda beliau, Ummu Ashim, menyusul ke Mesir, Umar ternyata tidak ikut dalam rombongan. Tentu saja bapaknya terperanjak, “Mana anakku, Umar?” Maka Ummu Ashim, ibunda Umar, menyampaikan bahwa pamannya, Abdullah bin Umar bin al-Khaththab memintanya agar meninggalkan Umar bin Abdul Aziz bersamanya di Madinah, karena dialah yang paling mirip dengan keluarga al-Khaththab. Mendengar itu, bapaknya tentu saja sangat bahagia, karena mengetahui secara pasti bahwa Abdullah bin Umar bin al-Khaththab adalah salah seorang ulama hebat umat Islam bahkan salah seorang ulama para sahabat dan paling gigih berpegang kepada Sunnah Rasulullah. Begitulah Umar bin Abdul Aziz tumbuh remaja di tengah keluarga pamannya dari pihak ibu, yaitu keluarga besar Amirul Mu`minin Umar bin al-Khaththab di Madinah, dan nama laki-laki yang terakhir ini cukup sebagai gambaran tingginya nilai-nilai Agama dalam lingkungan di mana Umar bin Abdul Aziz tumbuh.
  2. Umar melihat langsung pesona keberibadian agung dari pamannya, Abdullah bin Umar, juga sejumlah sahabat Nabi SAW yang kala itu masih hidup di Madinah, semisal: Abdullah bin Ja’far bin Abu Thalib, Anas bin Malik, as-Sa`ib bin Yazid dan Sahl bin Sa’ad dan lainnya, di tambah lagi dengan sejumlah ulama tabi’in yang langsung berguru kepada para sahabat Nabi di sana. Inilah di antara yang sangat berpengaruh pada keperibadian Umar, hingga kematangan akal Umar tumbuh melebihi umurnya. Umar sangat dekat dengan pamannya, Abdullah bin Umar. Dan karena Umar begitu terpesona dengan sosok pamannya itu, pernah suatu kali Umar berkata kepada ibunya, “Ibu, aku ingin menjadi seorang laki-laki seperti paman ku itu?” Kata ibunya, “Sulit bagimu menjadi seperti pamanmu itu”, dan itu berulang kali dikatakan oleh ibunya, karena ibunya mengetahui secara persis bahwa Abdullah bin Umar adalah salah seorang sahabat Nabi yang masih hidup yang tidak ada bandingnya di kala itu, dalam keshalihan, kedalaman ilmu, kegigihan kepada as-Sunnah, dan dari segala segi. Tapi ini menggambarkan bahwa Umar bin Abdul Aziz sejak belia telah terbentuk menjadi seorang yang menyintai keperibadian yang baik.
  3. Kecintaan Umar bin Abdul Aziz yang luar biasa kepada ilmu sejak dini dan di masa mudanya. Dan tentang bagaimana gigih dan kesungguhan Umar dalam menuntut ilmu sejak kecil silahkan Anda telaah secara luas di dalam buku kita ini. Di sini penuh dengan nilai dan pesan yang bisa kita teladani dalam mendidik anak-anak agar menjadi laki-laki mukmin yang hebat.
  4. Umar telah menghafal, memahami dan mendalami al-Qur`an sejak kecil, dan itulah yang menumbuhkan keimanan dan rasa takutnya kepada Allah yang luar biasa, terlebih ketika membaca tentang kematian dan akhirat. Hingga di usia muda, Umar seringkali menangis saat membaca al-Qur`an, karena takutnya kepada Allah. Ibunya acap kali bertanya kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis?” Kata Umar, “Aku teringat kematian ibu.” Maka ibunya pun ikut menangis mendengar jawabannya. Anak muda sebelia itu menangis ketika membaca al-Qur`an, lalu bagaimana ketika dewasa nanti?
  5. Kecintaan Umar kepada as-Sunnah, dan catatan sejarah yang menyebutkan bahwa Umarlah yang pertama mengeluarkan perintah untuk membukukan hadits-hadits Nabi SAW, adalah bukti bahwa beliau adalah tauladan agung sebagai perintis kebaikan dalam membukukan hadits-hadits Nabi SAW.

Semua ini kemudian mengantarkan Umar bin Abdul Aziz menjadi seorang ulama besar, bahkan semua ahli sejarah yang mencatat biografi Umar sepakat menyebutkan bahwa umar adalah imam di zamannya. Bahkan imam Mujahid, yang seorang imam ulama tabi’in dan murid besar dari sahabat yang mulia, Ibnu Abbas, pernah berkata, “Kami datang untuk mengajari Umar, tapi tidak lama setelah itu kami datang kepadanya untuk belajar darinya.” Bahkan salah seorang guru besar Umar, Maimun bin Mihran, yang jauh lebih senior dari Umar pernah berkata, “Umar bin Abdul Aziz adalah adalah seorang pengajar bagi para ulama.”

Umar bin Abdul Aziz telah banyak mereformasi segala macam bidang, dimulai dari kehidupan beragama, sosial, politik, budaya, dan ekonomi. Sehingga rakyat menjadi makmur baik ia muslim atau non muslim, sampai-sampai mereka menolak untuk diberi zakat dan juga sedekah.

Umar bin Abdul Aziz mendirikan negaranya dengan tonggak yang penting, yaitu; didirikannya pusat kajian ilmiah dan juga pendidikan, pejabat-pejabat yang beliau tunjuk merupakan orang-orang yang memiliki sifat amanah, jujur, berilmu, dan juga shalih.

Kebijakan-kebijakan Masyhur di Era Khalifah Umar bin Abdul Azis

Di antara kebijakan Umar bin Abdul Aziz yang patut diteladani adalah:

  • Mema’zulkan semua gubernur dan penguasa daerah yang zhalim, dan menggantikannya dengan orang-orang shalih dan memiliki hidup lurus.
  • Menetapkan regulasi berkaitan dengan hak-hak mantan sahaya.
  • Menghapuskan semua ketidak adilan terhadap kafir dzimmi.
  • menghapus semua bentuk pungutan liar.
  • Bahkan beliau juga menetapkan regulasi tidak boleh mencambuk binatang dengan besi dan memasang kekang yang berat, dan unta tidak boleh dibebani barang lebih dari enam ratus ritl.

Pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz merupakan bukti yang teramat nyata bagi siapa saja yang mau mencontohnya di tengah-tengah hiruk pikuk banyak orang yang mencibir Syari’at Islam ini.

Seandainya mereka mau membuka hati-hati mereka, pasti mereka akan menyambut Syari’at Islam ini dengan suka cita, sehingga mereka akan mendapatkan apa yang generasi emas dapatkan (dengan izin Allah).

Dapatkan buku Perjalanan Hidup Khalifah Yang Agung Umar bin Abdul Azis ini di Toko Buku Islam Online Murah Terlengkap, dan dapatkan buku-buku Islam lainnya hanya di Buku.elfatica.com.

Untuk pemesanan buku via SMS/WA silahkan ketik dengan format: pesan #kode produk #jumlah #nama #alamat lengkap, dan kirim ke 085655298822 / 085791728560. Kami akan mengkonfirmasi ketersediaan dan harga total termasuk ongkos kirim yang harus dibayar.

Additional information

Weight 1.1 kg

There are no reviews yet.

Only logged in customers who have purchased this product may leave a review.