Beranda blog

4 Manfaat Puasa Dari Segi Medis Yang Harus Anda Ketahui

0
ilustrasi manfaat puasa bagi kesehatan
ilustrasi manfaat puasa bagi kesehatan

Elfatica.comPuasa ternyata bermanfaat bagi Kesehatan, hal ini dapat dilihat dari kacamata medis. Umumnya puasa identik dengan menahan lapar dan dahaga dengan tujuan melaksanakan perintah Allah SWT baik puasa wajib maupun sunnah.

ilustrasi manfaat puasa bagi kesehatan
ilustrasi manfaat puasa bagi kesehatan

Nah itulah yang sebagian besar orang pahami, dimana pada saat berpuasa tersebut ada beberapa aktivitas yang tidak boleh dilakukan seperti makan, minum, berhubungan suami-isteri dan sebagainya. Namun ternyata puasa juga mempunyai banyak sekali manfaat dari berbagai segi lho! Nah pada artikel ini akan diulas bagaimana manfaat dari berpuasa jika dilihat dari segi medis atau dunia kedokteran.

4 Manfaat Puasa Dilihat dari Segi Medis

Jika dilihat dari segi medis atau dunia kedokteran, paling tidak ada empat manfaat yang didapatkan oleh orang-orang yang berpuasa. Dan manfaat ini sangat besar bagi Kesehatan tubuh manusia yang melaksanakannya.

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di Journal of Pakistan Medical Association serta disarikan oleh Klik Dokter, puasa mnghasilkan berbagai manfaat diantaranya sebagai berikut:

  1. Terjadinya peningkatan sel darah merah, sel darah putih dan trombosit.
  2. Kadar kolesterol baik mengalami peningkatan, sementara sebaliknya kolesterol jahat menurun termasuk trigliserida. Trigliserida adalah salah satu jenis lemak utama yang mengalir di dalam darah manusia. Jika terlalu banyak, trigliserida akan menumpuk pada bagian-bagian tubuh seperti dinding pembuluh darah dan hati. Efek penurunan kedua lemak jahat itu secara tidak langsung menurunkan potensi penyakit jantung koroner.
  3. Mengurangi berat badan, lemak tubuh, gula darah dan tekanan darah.
  4. Tingkat stres tubuh seseorang mengalami penurunan.

Besar sekali bukan manfaat berpuasa bagi Kesehatan badan kita? Oleh karena itu Rasulullah SAW selain membawa risalah untuk kita agar melaksanakan puasa Ramadhan yang wajib selama sebulan penuh, beliau juga menganjurkan kita untuk melaksanakan puasa-puasa sunnah seperti puasa senin – kamis, puasa ayyamul bidh atau puasa pertengahan bulan, puasa Arafah, puasa Tasu’a, dan yang lainnya. Ternyata selain kita akan mendapatkan pahala dari Allah SWT, kita juga akan mendapatkan manfaat yang besar bagi Kesehatan kita.

Namun sahabat Elfatica harus tahu bahwa untuk orang-orang yang mengidap atau menderita penyakit tertentu seperti diabetes, jantung coroner, ginjal dan penyakit berat lainnya ada baiknya untuk berkonsultai dengan dokter atau tenaga Kesehatan saat akan melakukan ibadah puasa agar sesuai dan tidak membahayakan Kesehatan.

Disadur dari klikdokter.com

Mandi Wajib? Inilah 5 Hal Yang Mengharuskan Kita Melakukannya

0
ilustrasi mandi wajib
ilustrasi mandi wajib

Elfatica.comMandi wajib, inilah 5 hal yang mengharuskan Anda melakukannya. Ya, mandi wajib adalah mandi yang harus dilakukan oleh seorang muslim atau umat Islam yang bertujuan untuk menghilangkan hadats besar. Hal ini juga dinamakan sebagai mandi junub atau janabah, yang mana jika kita sedang dalam hadats besar maka kita tidak sah untuk melakukan ibadah seperti sholat baik sholat wajib maupun sunnah.

ilustrasi mandi wajib
ilustrasi mandi wajib. image: internet

Nah untuk menyucikan badan kita kembali adalah dengan melakukan mandi besar. Sedangkan untuk tata cara melakukan mandi besar ini insya Allah akan kami ulas dalam artikel terpisah, namun yang jelas pelaksanaan mandi besar ini adalah dengan membasahi seluruh anggota badan dari ujung kepala hingga ujung kaki. Dan pada artikel kali ini yang akan kita bahas adalah hal-hal yang menyebabkan kita harus melaksanakan mandi besar agar suci dari hadats dan sah saat melakukan ibadah sholat.

5 Hal Yang Mengharuskan Kita Mandi Wajib

Seorang muslim diwajibkan untuk melakukan mandi besar jika ia telah melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Telah Keluar Mani

Seorang muslim diwajibkan melakukan mandi besar atau mandi wajib jika ia keluar mani baik karena perbuatan yang disengaja maupun tidak, dan dalam keadaan sadar maupun tidak. Perbuatan yang dilakukan secara tidak sadar ini contohnya adalah saat tidur.

Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda, “Air itu dari air.”

Selain itu juga terdapat hadits yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib ra. bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, ”Bila air mani memancar, maka mandilah,” (HR. Abu Daud).

Maksudnya air yang pertama air untuk mandi, sedangkan air kedua karena keluar air mani. Sedangkan jika kita bermimpi basah namun ternyata tidak ada tanda bekas mani maka tidak diwajibkan mandi karena yang menentukan adalah keluar tidaknya air mani dan bukan mimpinya.

2. Hubungan Dari Suami Isteri

Dalam hal ini hubungan suami isteri sudah diwajibkan melakukan mandi wajib bagi keduanya, jika kedua kelamin sudah bersentuhan.

Dalam hal ini Rasulullah bersabda, “Bila dua kelamin bertemu maka telah wajib mandi.”

3. Wanita yang Selesai Nifas Atau Haid

Setiap wanita muslimah yang telah selesai haid atau menstruasi, atau selesai masa nifas setelah melahirkan maka wajib hukumnya untuk menyucikan diri dengan cara melakukan mandi wajib sehingga setelahnya ia dapat melakukan ibadah sebagaimana biasanya.

4. Mualaf atau Orang Yang Baru Masuk Islam

Setiap orang kafir yang baru masuk Islam maka wajib hukumnya untuk melaksanakan mandi wajib. Hal itu didasarkan pada apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW ketika Tsumamah al-Hanafi masuk Islam. Dia diperintahkan untuk mandi dan shalat dua rakaat. Saat itu beliau bersabda,”Masuk islamnya saudaramu itu sangat baik.”

5. Seorang Muslim Meninggal Dunia

Menurut ijtima para ulama, seorang yang telah meninggal dunia maka diwajibkan untuk mandi wajib, dalam hal ini dimandikan sebelum disholatkan dan dikebumikan.

Demikianlah Sahabat Elfatica, 5 hal yang mengharuskan kita mandi wajib, dan memang harus dilakukan karena jika tidak maka ibadah sholat yang kita lakukan tidak sah hukumnya. Semoga bermanfaat.

Disarikan dari berbagai sumber

Kapan Waktu Terbaik Untuk Shalat Dhuha? Inilah Penjelasannya

0
ilustrasi shalat dhuha
ilustrasi shalat dhuha

Elfatica.comKapan waktu terbaik untuk melaksanakan shalat Dhuha? Biasanya sahabat Elfatica melakukan shalat sunnah dhuha antara sesudah matahari terbit agak tinggi hingga waktu menjelang shalat dzuhur. Namun ternyata ada waktu terbaik dimana kita dapat melaksanakan shalat sunnah dhuha ini.

ilustrasi shalat dhuha
ilustrasi shalat dhuha. image: internet

Shalat Dhuha adalah salah satu shalat sunnah muakkad atau yang ditekankan oleh Nabi Muhammad SAW untuk kita laksanakan secara rutin. Hal ini karenabanyak sekali manfaat dan juga pahala yang dapat kita raih jika melakukan ibadah sunnah ini, selengkapnya dapat sahabat baca di artikel Tahukah Anda 6 Keutamaan dan Pahala Shalat Dhuha? Inilah Penjelasan Lengkapnya berikut.

Waktu Terbaik Untuk Melaksanakan Shalat Dhuha

Setelah mengetahui betapa besar manfaat dan pahala yang dapat kita raih dari melaksanakan shalat sunnah dhuha ini, sekarang kita harus mengetahui waktu dan saat yang tepat atau terbaik dalam melaksanakan ibadah ini. Sebenarnya waktu untuk melaksanakan shalat dhuha lumayan lama, yaitu antara matahari terbit dan mulai naik sampai dengan waktu sebelum masuk shalat dzuhur.

Disebut Sholat Dhuha yakni karena sholat ini dikerjakan pada waktu Dhuha. Sedangkan waktu shalat duha adalah waktu pada saat matahari mulai naik kurang lebih tinggi 7 hasta atau juga sekitar 15 menit setelah matahari terbit (sekitar pukul 07.00 pagi) sampai menjelang zawal atau masuk waktu shalat dzuhur (sekitar pukul 11.15 siang) yang ditandai dengan tergelincirnya matahari ke barat, selagi belum masuk waktu terlarang untuk melakukan shalat.

Dan sebaiknya seseorang yang ingin melaksanakan shalat Dhuha agar mengakhirkan waktunya sampai sengatan terik matahari terasa panas. Hal ini berdasarkan hadist Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Shalatnya orang-orang yang bertaubat adalah ketika anak unta mencari tempat yang teduh,” ( HR. Muslim 748). Dan ini biasanya terjadi menjelang zawal.

Jika dijabarkan sebagaimana waktu kita di Indonesia ini perkiraan waktu yang terbaik untuk melaksanakan shalat sunnah dhuha adalah antara jam 7 pagi atau kira-kira setelah matahari naik dari peraduannya setinggi tombak atau 7 hasta sampai dengan mau masuk shalat dzuhur. Sedangkan untuk jumlah rakaatnya adalah antara 2 rakaat paling sedikit sampai dengan 8 rakaat paling banyak, dimana jika shalat lebih dari 2 rakaat maka dilakukan dengan 2 rakaat salam.

Setelah mengetahui waktu dan juga keutamaan dari shalat sunnah dhuha ini, ayo sahabat Elfatica kita luangkan waktu untuk mengerjakannya secara rutin, tidak mengapa kalau kita melaksanakannya hanya 2 rakaat atau 4 rakaat saja dulu asalkan rutin apabila memang terkendala waktu untuk mulai beraktifitas. Yang penting dilakukan secara rtin, karena Allah menyukai ibadah yang dilakukan secara rutin atau kontinyu walaupun hanya sedikit.

Tahukah Anda 6 Keutamaan dan Pahala Shalat Dhuha? Inilah Penjelasan Lengkapnya

0
ilustrasi shalat dhuha
ilustrasi shalat dhuha

Elfatica.com – Apakah Anda termasuk orang yang rajin melaksanakan sholat sunnah Dhuha harian? Jika iya, Alhamdulillah, banyak bersyukurlah karena Allah memberikan banyak keutamaan dan pahala bagi hamba-hamba-Nya yang rajin melaksanakan ibadah shalat sunnah Dhuha. Apa saja kira-kira keutamaan dari shalat Dhuha ini ya? Baiklah berikut ini kita ulas 6 Keutamaan dan Pahala dari Shalat Dhuha. Namun jika Anda masih belum mengetahui secara teknis shalat Dhuha dan bagaimana cara pelaksanaannya, Anda bisa membaca artikel kami tentang Inilah Shalat Dhuha dan Cara Pelaksanaannya.

6 Keutamaan dan Pahala Shalat Dhuha Yang Harus Anda Ketahui

Keutamaan-keutamaan dan pahala yang didapatkan oleh orang-orang yang mengerjakan shalat dhuha antara lain:

ilustrasi shalat dhuha
ilustrasi shalat dhuha. image: internet

1. Orang Yang Mengerjakan Shalat Dhuha Akan Diampuni Dosa-dosanya

Siapa sih yang tidak ingin dosanya diampuni dan dihapus oleh Allah SWT? Tentu saja kita semua menginginkan Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita. Mengerjakan shalat dhuha ini dapat menjadi salah satu sebab Allah SWT mengampuni dosa-dosa hamba-Nya walaupun sebanyak buih di lautan. Hal ini sebagaimana hadits berikut:

“Barangsiapa yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan,” (HR. Tirmidzi).

2. Dimasukkan ke Dalam Golongan Hamba-Nya Yang Bertaubat

Keutamaan yang kedua dari mengerjakan shalat sunnah dhuha adalah ia akan dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang bertaubat. Hal ini sebagaimana hadits berikut:

“Tidaklah seseorang selalu mengerjakan shalat Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang yang bertaubat,” (HR. Hakim).

3. Dicatat Sebagai Ahli Ibadah dan Taat Kepada Allah

Ahli ibadah adalah sebutan bagi orang-orang yang selalu menyediakan waktunya untuk beribadah kepada Allah, dan Allah SWT sangat mencintai para ahli ibadah. Salah satu keutamaan dari mengerjakan shalat dhuha adalah akan dicatat sebagai ahli ibadah dan taat kepada Allah SWT. Hal ini sebagaimana hadits berikut:

“Barangsiapa yang shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barangsiapa yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang ahli ibadah. Barangsiapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka dia diselamatkan di hari itu. Barangsiapa mengerjakannya delapan rakaat, maka Allah tulis dia sebagai orang yang taat. Dan barangsiapa yang mengerjakannya dua belas rakaat, maka Allah akan membangun sebuah rumah di surga untuknya,” (HR. At-Thabrani).

4. Akan Dimasukkan ke Dalam Surga Melalui Pintu Dhuha

Jika Allah SWT menciptakan sebuah pintu yang khusus untuk dilewati oleh para hamba-Nya yang istiqomah dan rutin mengerjakan shalat dhuha, maka tentunya ibadah shalat dhuha ini derajatnya sangat tinggi di sisi Allah. Hal ini sebagaimana hadits berikut ini:

“Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pintu bernama pintu Dhuha. Apabila Kiamat telah tiba maka akan ada suara yang berseru, ‘Di manakah orang-orang yang semasa hidup di dunia selalu mengerjakan shalat Dhuha? Ini adalah pintu buat kalian. Masuklah dengan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala,” (HR. At-Thabrani).

5. Allah SWT Akan Mencukupkan Rezekinya

Keuntungan yang lain dari mengerjakan shalat dhuha secara rutin dan istiqomah adalah Allah SWT akan mencukupkan rezekinya. Hal ini sebagaimana hadits berikut:

“Wahai anak Adam, janganlah engkau merasa lemah dari empat rakaat dalam mengawali harimu, niscaya Aku (Allah) akan menyukupimu di akhir harimu,” (HR. Abu Darda`).

6. Orang Yang Mengerjakan Shalat Dhuha Berarti Telah Mengeluarkan Sedekah

Melaksanakan shalat sunnah dhuha berarti telah mengeluarkan sedekah dari setiap ruas tubuhnya. Hal ini sebagaimana hadits berikut ini:

“Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah mengerjakan dua rakaat sholat Dhuha,” (HR Muslim).

Demikianlah keutamaan-keutamaan dan pahala dari orang-orang yang rajin dan rutin dalam melaksanakan shalat sunnah dhuha. Semoga dapat menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT dan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, Amiin…

Dirangkum dari berbagai sumber

Apakah Wajib Melakukan Shalat Jumat setelah Shalat Id? Inilah Dia Penjelasan Lengkapnya

0
ilustrasi shalat Id
ilustrasi shalat Id

Elfatica.com – Kita sudah sering menjumpai hari raya yang jatuh bertepatan pada hari Jum’at, entahlah hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha. Nah pertanyaan banyak terlintas di kepala, dimana hari Jum’at sendiri adalah salah satu hari istimewa atau hari raya bagi umat Islam, dan shalat Jum’at juga masuk ke dalam shalat yang istimewa. Apakah hukumnya shalat Jum’at yang dilakukan setelah shalat Id? Apakah sunnah, apakah wajib, ataukah justru malah haram? Nah inilah penjelasan lengkapnya apakah wajib melakukan shalat Jum’at setelah shalat Id sebagaimana dibawah ini.

ilustrasi shalat Id
ilustrasi shalat Id. image: internet

Ada sebagian umat Islam yang meyakini jika shalat Jumat tidak wajib dilaksanakan ketika hari raya Id baik Idul Fitri maupun Idul Adha bertepatan dengan hari Jumat. Caranya adalah dengan diganti shalat Zuhur saja sudah cukup. Namun Sebagian umat Islam yang lain meyakini bahwa shalat Jumat tetap wajib dilaksanakan meskipun hari raya bertepatan dengan hari Jumat. Lalu bagaimana seharusnya kita dalam menyikapinya?

Perbedaan Pendapat Dalam Hukum Shalat Jum’at Setelah Mengerjakan Shalat Id

Pada persoalan hukum shalat Jum’at yang dilakukan seelah melaksanakan shalat Id, para ulama fikih berbeda pendapat. Dimana ada dua pendapat dalam masalah ini, dan masing-masing pendapat memiliki argumentasi dan dasar yang diakui sebagai satu bentuk ikhtilaf ulama yang diperbolehkan.

1. Pendapat Yang Tidak Mewajibkan Penyelenggaraan Shalat Jum’at Setelah Mengerjakan Shalat Id

Pendapat pertama menyatakan hukum shalat Jumat tidak wajib jika telah melaksanakan shalat Idul Adha atau pun Idul Fitri ketika hari raya Id bertepatan dengan hari Jumat. Pendapat ini berdasarkan beberapa riwayat yang mengisyaratkan bahwa peristiwa semacam ini telah terjadi pada masa Rasulullah SAW.

Dalinya antara lain adalah sebuah riwayat Zaid bin Arqam:
أَنَّ مُعَاوِيَةَ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ سَأَلَهُ: هَلْ شَهِدْتَ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِيْدَيْنِ اِجْتَمَعَا فِي يَوْمِ وَاحِدٍ؟ قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: كَيْفَ صَنَعَ؟ قَالَ: صَلَّى الْعِيْدَ ثُمَّ رَخَصَ فِي الْجُمُعَةِ، فَقَالَ: مَنْ شَاءَ أَنْ يُصَلِّي فَلْيُصَلِّ.

Bahwa Mu’awiyah bin Abi Sufyan bertanya kepada Zaid, “Apakah engkau bersama dengan Rasulullah ketika terjadinya dua hari raya dalam satu hari?” Zaid menjawab, “Iya, benar.” Muawiyah bertanya, “Apa yang beliau lakukan?” Dia Menjawab, “Rasulullah mengerjakan shalat ‘Id kemudian memberi keringanan (untuk tidak mengerjakan) shalat Jumat, beliau berkata, ‘Barang siapa yang menginginkan mengerjakannya (shalat Jumat), maka kerjakanlah’.” (HR. Ahmad, Abu Daud, an-Nasa’i dan al-Hakim dalam Mustadrak-nya, dan Imam al-Hakim berkomentar bahwa hadist ini sanadnya shahih).

2. Pendapat Yang Mewajibkan penyelenggaraan Shalat Jum’at Setelah melaksanakan Shalat Id

Pendapat kedua dari para ahli fikih menyatakan bahwa hukum shalat Jumat tetap wajib dilaksanakan meskipun telah melaksanakan shalat Idul Adha atau pun Idul Fitri ketika hari raya Id bertepatan dengan hari Jumat, dan ini adalah pendapat jumhur mazhab fikih yaitu:

  • Pendapat dari kalangan mazhab Hanafi dapat dijumpai dalam kitab Ad-Dur al-Mukhtar wa Hasyiyah Ibnu Abidin (2/166), Mukhtashar Ikhtilaf al-Ulama’ karya Imam ath-Thahawi (1/346).
  • Pendapat dari kalangan mazhab Maliki dapat dijumpai dalam kitab Manhu al-Jalil (1/453), Syarh Mukhtashar Khalil karya Al-Kharasyi (2/92), dan kitab Adz-Dzakhirah karya Al-Qarafi (2/355).
  • Pendapat dari kalangan Mazhab Syafi’i dapat dijumpai dalam kitab Al-Majmu’ karya Imam an-Nawawi (4/491-492) dan kitab Mughni al-Muhtaj karya imam Asy-Syarbini (1/278).

Para ulama yang mengikuti pendapat ini mengambil dasar atau dalil dari:

a. Firman Allah Ta’ala dalam surat al-Jumu’ah:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوۡمِ ٱلۡجُمُعَةِ فَٱسۡعَوۡاْ إِلَىٰ ذِكۡرِ ٱللَّهِ وَذَرُواْ ٱلۡبَيۡعَۚ
“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (QS. Al-Jumu’ah: 9).

b. Hadits, dimana Rasulullah SAW bersabda:

الْجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِى جَمَاعَةٍ إِلاَّ أَرْبَعَةً عَبْدٌ مَمْلُوكٌ أَوِ امْرَأَةٌ أَوْ صَبِىٌّ أَوْ مَرِيضٌ
“Shalat Jumat merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim dengan berjama’ah kecuali empat golongan; budak, wanita, anak kecil, dan orang yang sakit.” (HR. Abu Daud).

Bagaimanakah Menyikapi Perbedaan Pendapat Tersebut?

Dalam perkara hukum yang masuk dalam lingkaran ikhtilaf ulama, setiap muslim memiliki hak untuk memilih pendapat. Ukuran dalam pemilihannya adalah dengan memilih pendapat yang diyakini paling mendekati kebenaran sesuai dengan kemampuan dan kadar keilmuan masing-masing.

Jika memang melihat pendapat yang menyatakan bahwa hukum shalat Jumat adalah tidak wajib jika telah melaksanakan shalat Id ketika hari raya Id bertepatan dengan hari Jumat itu sebagai pendapat lebih mendekati kebenaran, maka silahkan untuk mengamalkannya.

Dan sebaliknya, jika merasa bahwa pendapat yang menyatakan hukum shalat Jumat adalah wajib meskipun telah melaksanakan shalat Id ketika hari raya Id bertepatan dengan hari Jumat itu sebagai pendapat lebih mendekati kebenaran, maka Anda juga dipersilahkan mengamalkannya.

Namun harus diingat bahwa dalam mengambil pilihan tersebut harus berdasarkan ilmu agama, bukan berdasarkan nafsu atau dasar lainnya yang bertentangan dengan syari’at Islam.

dirangkum dari berbagai sumber.

Inilah Setan Yang Bertugas Mengganggu di Dalam Rumah

0
setan yang mendiami rumah
ilustrasi setan yang mendiami rumah. image: nu.or.id

Elfatica.com Sebagai manusia yang diciptakan Allah SWT, kita di dunia mempunyai musuh abadi yang akan selalu mengganggu dan menjerumuskan kita. Siapakah dia? Ya dia adalah setan, yang diciptakan Allah SWT dari api yang menyala dan mempunyai sifat yang sombong dan takabur. Dia tidak pernah lepas dari manusia tapi kita sebagai manusia malah sering melupakannya. Dia selalu berusaha menjerumuskan anak Adam namun kita kurang mengenalnya. Kita jarang membicarakan musuh yang satu ini padahal dia lah yang paling bersemangat menghancurkan kita.

Para Ahli Tafsir menyebutkan bahwa Allah SWT menyebut kata Syaiton (dalam bentuk mufrod dan jama’) sebanyak 88 kali dalam Al-Qur’an. Dan kata iblis disebut sebanyak 11 kali. Allah selalu mengingatkan kita sebagai manusia karena Iblis adalah musuh Adam dan musuh seluruh keturunan Adam sampai hari kiamat.

Saat pertama permusuhan ini terjadi ketika Allah SWT menyuruh para malaikat untuk bersujud pada Adam, semua malaikat bersujud kecuali Iblis. Allah berfirman, “Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali Iblis. Ia enggan ikut bersama-sama para (malaikat) yang sujud itu.” (Al-Qur’an surat Al-Hijr ayat: 30-31).

setan yang mendiami rumah
ilustrasi setan yang mendiami rumah. image: nu.or.id

Semenjak itulah dimulai peperangan antara kebenaran dan kebatilan. Dan bagi setan, mereka membagi-bagi tugas di antara sesamanya yang semuanya bertujuan untuk memalingkan manusia dari jalan yang lurus, yang diridhai Allah SWT untuk menuju jalan kehancuran yaitu neraka yang menyala-nyala.

Setan Yang Bertugas Menggoda manusia di Rumah

Salah satu setan yang bertugas menggoda manusia ini ada yang bernama Dasim. Tugasnya adalah menggoda dan menjerumuskan manusia di dalam rumah agar celaka. Ia ada di setiap rumah.

Setan rumah yaitu Dasim ini memiliki tugas-tugas utama, yang mana kita harus mengetahui godaan dan provokasinya agar tidak terkecoh apalagi sampai terprovokasi oleh kerjaan hariannya. Nah apa saja tugas dari Dasim setan di dalam rumah ini?

  1. Memecah Keharmonisan Rumah Tangga

Memecah dan menghancurkan keharmonisan rumah tangga adalah tugas setan Dasim yang paling besar. Dia berusaha membuat suami-isteri menjadi tidak rukun, bertengkar, bahkan bercerai. Maka tidak mengherankan, pasangan yang sebelum nikah dan masih berpacaran dulunya rukun tenteram, namun justru setelah menikah malah banyak terjadi keributan. Karena memang itulah tugas Dasim, membuat orang senang berzina (berpacaran), tapi membuat pasangan suami isteri saling membenci.

Oleh karena itu, kita wajib untuk memohon perlindungan Allah SWT dari segala gangguan setan ini. Salah satunya adalah dengan merutinkan bacaan dzikir pagi dan petang, kita juga harus saling memahami, berprasangka baik dan berkomunikasi yang baik, serta selalu memohon petunjuk kepada Allah agar diberikan kehidupan yang baik, keluarga yang sakinah dan hidup penh berkah.

  1. Ikut Makan dan Minum pada Orang Yang Tidak Menyebut Nama Allah

Apakah Anda mengetahui pentingnya membaca basmallah saat sebelum makan dan minum? Salah satunya adalah untuk menjaga agar makanan dan minuman kita tidak dimakan oleh setan. Ya, setan akan ikut makan dan minum pada orang yang tidak membaca nama Allah atau mengucapkan basmallah saat sebelum makan dan minum. Selain itu setan juga akan ikut makan dan minum pada orang yang makan dengan menggunakan tangan kiri. Oleh karena itu kita sebagai orang tua harus membiasakan seluruh anggota keluarga kita untuk membaca basmallah sebelum makan dan minum, serta makan dan minum dengan menggunakan tangan kanan. Bagaimana jika ternyata kita atau ada anggota keluarga kita yang kidal? Kidal bukanlah menjadi penghalang bagi kita untuk makan dengan tangan kanan, karena ada keberkahan dan ridha Allah SWT yang terkandung pada setiap perintah-Nya.

  1. Berdiam Pada Ruangan Kosong

Tugas ketiga Dasim adalah memasuki dan menghuni ruangan kosong di rumah. Jika ada kamar yang ditinggalkan penghuninya, maka Dasim akan menempati kasur tersebut, apalagi ruangan tersebut gelap, kotor dan berantakan, maka setan akan senang menghuni di dalamnya. Oleh karena itu jika ada ruang atau kamar yang kosong di rumah, sempatkan beberapa hari sekali untuk membersihkannya, membacakan ayat Al-Qur’an terutama ayat kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas masing-masing 3 kali. Atau bisa juga ruangan tersebut sering dipakai untuk sholat atau mengaji, insya Allah setan Dasim tidak akan betah tinggal disitu.

  1. Jangan Suka Memutar Musik di Rumah

Yang keempat adalah tentang musik. Janganlah suka memutar musik di dalam rumah karena musik sangat disukai setan untuk memalingkan manusia dari Allah SWT. Hal ini sesuai dengan dalil sebagai berikut:

Allah Ta’ala berfirman,

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Luqman [31]: 6)

Tentang maksud dari firman Allah Ta’ala (yang artinya) “perkataan yang tidak berguna” dalam ayat di atas, Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,

الْغِنَاءُ وَاللَّهِ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ، يُرَدِّدُهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ

”Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia semata, (yang dimaksud dengan ‘perkataan yang tidak berguna’) adalah nyanyian.”

Beliau mengulangi sumpahnya tersebut sampai tiga kali. Demikian pula yang dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas, Jabir, Ikrimah, Sa’id bin Jubair, Mujahid, Ma’khul, Amr bin Syu’aib, dan Ali bin Badzimah.

Demikianlah beberapa tugas dari setan yang mendiami rumah yang disebut Dasim. Semoga kita dapat istiqomah dalam melakukan hal-hal yang dapat mengusir gangguan setan dari rumah kita, dan selalu berlindung kepada Allah SWT dari godaan setan yang terkutuk.

Sumber: internet

Mengapa Singgasana Abdullah bin Rawahah di Surga Miring? Ternyata Ini Penjelasan Nabi

0
perang mu'tah
peraperang mu'tahng mu'tah. image: dutademokrasi.com

Elfatica.com Tahukah Anda dengan kisah perang Mu’tah? Ya, perang Mu’tah adalah salah satu pertempuran dengan perbandingan pasukan yang sangat tidak seimbang antara pasukan kaum muslimin Madinah yang berjumlah 3000 orang dengan kaum kafir yang berjumlah 200.000 orang. Namun berkat lindungan Allah SWT maka akhirnya pertempuran dimenangkan oleh kaum muslimin.

perang mu'tah
ilustrasi perang mu’tah. image: dutademokrasi.com

Dinamakan dengan perang Mu’tah, karena peperangan ini meletus di Kampung Mu’tah, sebuah desa yang terletak di perbatasan Syam. Desa yang ada di tepi Sungai Jordan ini, kini masuk dalam provinsi Kerak, wilayah Yordania. Di dekat kampung ini, terjadi peperangan antara bangsa Arab yang sudah memeluk Islam dengan gabungan bangsa Arab pemeluk Nashara dan Bangsa Eropa. Bahkan, beberapa literatur menyebutkan, perang ini adalah perang pertama umat Islam melawan bangsa Barat.

Perang ini terjadi pasca-Perjanjian Hudaibiyah. Saat itu, Rasulullah mengirimkan delegasi ke berbagai kawasan untuk menyampaikan pesan damai agama Islam melalui surat yang ditulisnya. Salah satu delegasi dikirim pada Gubernur Bashrah, Syurahbil bin ‘Amr al-Ghassani, yang sat itu berada di bawah kekuasaan Kerajaan Romawi Bizantium.

Pada perang ini para panglima pasukan muslimin gugur. Ketika kabar gugurnya para pimpinan perang itu sampai kepada Rasulullah, beliau bersabda, “Panji perang dipegang Zaid bin Haritsah kemudian dia bertempur hingga gugur sebagai syahid, lalu panji perang diambil alih oleh Ja’far bin Abu Thalib, diapun bertempur hingga gugur sebagai syahid.”

Kemudian beberapa saat Rasulullah terdiam sejenak hingga rona wajah orang-orang Anshar berubah dan mengira telah terjadi sesuatu yang tidak mereka sukai pada Abdullah bin Rawahah.

Setelah itu Rasulullah kembali melanjutkan sabdanya, “Kemudian panji perang diambil alih oleh Abdullah bin Rawahah, lalu dia bertempur hingga gugur sebagai syahid.”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terus melanjutkan sabdanya, “Diperlihatkan kepadaku dalam mimpi, bahwa mereka berada di surga di atas singgasana terbuat dari emas. Aku melihat singgasana Abdullah bin Rawahah miring tidak seperti singgasana dua sahabatnya.

Karena penasaran dengan sabda Rasulullah SAW, salah seorang sahabat kemudian bertanya, “Ya Rasulullah, mengapa singgasana Abdullah bin Rawahah miring?”

Rasulullah SAW kemudian menjawab pertanyaan tersebut. Dikatakan kepadanya, “Tatkala Zaid bin Haritsah dan Ja’far bin Abu Thalib maju ke medan laga tanpa ragu, sedang Abdullah bin Rawahah sedikit ragu sebelum ia bertempur.”

Sumber:  Sirah Nabawiyah perjalanan lengkap Kehidupan Rasulullah – Asy Syaikh Al Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al Albani

Kisah Walikota Sa’id bin Amir Yang Shalih

0
kisah said bin amir
kisah said bin amir. image: blogspot

Elfatica.com – Kembali dengan kisah hkmah berikut ini mengenai walikota yang shalih, yang sangat bagus untuk disimak dan dijadikan pelajaran oleh kita.

Pada zaman sahabat Umar bin Khattab menjadi khalifah, beliau mengangkat Sa’id bin Amir menjadi walikota Homs, yang mana sekarang merupakan salah satu daerah di Syiria. Sebagaimana mestinya, khalifah Umar pada suatu hari berkunjung ke kota Homs untuk melihat kondisi kota dan rakyat dan pemerintahan di kota Homs.

kisah said bin amir
kisah said bin amir. image: blogspot

Setelah sampai di kota Homs, khalifah Umar pun segera mengumpulkan penduduk kota dan menanyakan kepada mereka bagaimana pendapat mereka tentang walikota mereka.

Maka salah satu dari penduduk kota Homs mengatakan, “Pemerintahan yang dipimpin oleh Sa’id bin Amir tidak ada masalah kecuali 4 hal, yaitu pertama, Ia baru keluar saat matahari tinggi. Kedua, Ia juga tidak mau melayani seseorang di malam hari. Ketiga, di setiap bulannya ada dua hari dimana ia tidak keluar untuk menemui penduduk yang mempunyai kepentingan dengannya. Dan satu lagi yang terakhir sebenarnya bukan kesalahan atasnya tapi cukup mengganggu, sewaktu-waktu ia bisa jatuh pingsan.”

Mendengar keluhan mereka, Khalifah Umar kemudian menanyakannya pada Sa’id. Sa’id pun menjawab, “Mengenai tuduhan mereka bahwa saya tidak mau keluar sebelum matahari tinggi, demi Allah, sebenarnya saya tidak memiliki pembantu. Sayalah yang mengaduk tepung dan membiarkannya mengeras, lalu saya membuat roti dan kemudian wudhu untuk shalat dhuha. Setelah itu barulah saya keluar menemui mereka. . .”

Raut wajah Umar berseri-seri dan berkata, “Alhamdulillah, dan mengenai yang kedua?”

Said pun melanjutkan pembelaannya, “Adapun tuduhan bahwa saya tak mau melayani mereka diwaktu malam, maka demi Allah, saya benci mengatakannya. Saya telah menyediakan siang hari bagi mereka dan malam hari bagi Allah.

Dan untuk ucapan mereka yang mana dua hari dalam setiap bulan saya tidak bisa menemui mereka, sebabnya adalah saya tidak punya banyak pakaian untuk dipakai bergantian. Jadi terpaksalah saya harus mencuci dan menunggunya sampai kering, hingga baru bisa keluar di waktu petang.

“Lalu untuk keluhan mereka bahwa saya sewaktu-waktu jatuh pingsan, itu sebabnya ketika dulu sebelum saya masuk Islam saya menyaksikan tersungkurnya Khubaib al-Anshari. Hingga dagingnya di potong-potong oleh orang Quraisy karena ketika ia ditangkap ia berkata, ‘Demi Allah saya tidak ingin berada dalam lingkungan anak, istri, saudara, dengan kesenangan dunia lainnya. Sementara Nabi ditimpa bencana, walau hanya satu tusukan duri sekali pun!’

“Tubuh saya gemetar karena takut siksa Allah ketika mengenang peristiwa itu.” Kata-katanya terhenti sampai disitu dan bibirnya basah oleh air mata yang mengalir dari keshalehan jiwanya.

Khalifah Umar pun tak mampu membendung harunya , maka berserulah ia, “Alhamdulillah, karena taufik-nya, firasatku tak ada yang meleset!”

Maka Allah berfirman dalam salah satu hadits qudsi, “Hai anak adam, luangkan waktu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku menghindarkan kamu dari kemelaratan. Kalau tidak, Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan kerja dan Aku tidak menghindarkan kamu dari kemelaratan.” (Hr Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Sumber: Oase Kehidupan, Merujuk Kisah-Kisah Hikmah Sebagai Teladan/Penerbit:Marja/Penulis:Abu Dzikra – Sodik Hasanuddin,2013.

Kisah Bakti Kilab bin Umayyah bin ‘Askar Kepada Orangtuanya

0
ilustrasi kedua orang tua
ilustrasi kedua orang tua

Dahulu pada zaman sahabat Umar bin Khattab menjadi khalifah sepeninggal Abu Bakar ash Shiddiq, hiduplah seorang pemuda yang sangat berbakti kepada kedua orang tuanya. Anak muda tersebut hidup bersama kedua orang tuanya yang usianya sudah tua di daerah Tha’if. Salah satu bakti sang pemuda yang bernama Kilab bin Umayyah bin ‘Askar itu antara lain pada setiap pagi dan sore hari ia memerah susu dan menghidangkannya untuk kedua orang tuanya.

ilustrasi kedua orang tua
ilustrasi kedua orang tua

Pada suatu ketika datanglah dua orang utusan Khalifah ke rumah Kilab. Mereka mengajak Kilab untuk turut berperang. Kilab yang beriman pun segera menerima ajakan jihad itu. Setelah itu ia pun berpamitan kepada orang tuanya.

“Ayah, Ibu, izinkan aku pergi membela agama Allah. Hatiku terpanggil untuk menerima panggilan jihad,” kata Kilab kepada kedua orang tuanya.

Mendengar ucapan anaknya, wajah kedua orang tua Kilab itu berubah menjadi murung. Sungguh berat bagi mereka melepas Kilab pergi, karena tak terbayang siapa yang akan mengurus dan menyediakan susu nantinya.

“Jika engkau pergi, siapa yang akan menemani dan merawat kami?” tanya ibu Kilab.

“Ayah dan Ibu jangan cemas. Aku sudah siapkan seorang budak yang akan menggantikan tugas-tugasku selama aku pergi,” kata Kilab mencoba menghibur mereka.

Setelah mendengar jawaban itu, kedua orang tua Kilab tak pun punya pilihan lain. Meski hati merasa berat, mereka lepas kepergian anaknya.

Maka pada malam hari setelah keberangkatan Kilab, budak yang dibeli Kilab menyediakan susu untuk kedua orang tua Kilab. Namun, saat susu itu sudah siap diminum, kedua orang tua Kilab ternyata tengah tidur. Budak itu pun keluar dari kamar karena tidak berani membangunkan mereka. Tengah malam, ayah Kilab terbangun dan merasa lapar. Ia langsung teringat kepada Kilab yang biasanya menungguinya terbangun untuk menyodorkan susu hangat.

Teringat hal tersebut, hati orang tua itu menjadi sedih.

“Kilab, anakku, mengapa dua orang itu datang kepadamu dan membawamu pergi? Lihatlah ayahmu yang kini rindu padamu dan merasa lapar. Lihatlah ibumu yang tidak merasa nikmat lagi meminum susu karena merindukanmu,” keluhnya.

Semakin hari, hati dan pikiran dua orang tua itu pun semakin gundah. Kerinduan mereka kepada Kilab semakin dalam. Akhirnya, ayah Kilab nekat mendatangi Khalifah Umar. Setelah bertemu dengan sang Khalifah, ia berkata, “Wahai Khalifah Umar, tidakkah engkau sudi memanggil Kilab untuk kembali kepada dua orang tua yang merindukannya ini? Kami bersedih hati tanpa dirinya,” katanya kepada Khalifah Umar.

Mendengar kesedihan ayah Kilab, Khalifah Umar menangis. Hatinya tersentuh oleh kesedihan ayah Kilab. Ia segera mengutus seseorang untuk menemui Kilab dan memintanya pulang.

Begitu utusan sampai di tempat Kilab dan mengabarkan perintah Khalifah Umar, maka Kilab pun segera Kembali menghadap Khalifah. Sepanjang perjalanan pulang ia terlihat bingung dan tak henti memikirkan apakah gerangan khilafnya hingga Khalifah memintanya meninggalkan medan perang. Sesampai di hadapan Khalifah Umar, Kilab pun menanyakan maksud sang Khalifah memanggilnya pulang.

“Wahai, al-Faruq, apakah gerangan kesalahanku hingga engkau memintaku kembali?” tanya Kilab.

“Kilab, apakah yang biasanya engkau kerjakan untuk orang tuamu?” tanya Khalifah Umar.

“Aku memenuhi kebutuhan mereka. Setiap hari aku memerah susu untuk mereka. Aku pilih unta betina yang gemuk dan sehat agar aku dapatkan susu lebih banyak. Aku bersihkan puting susu unta itu sebelum memerahnya agar susu yang kuberikan untuk mereka itu bersih.”

Khalifah Umar terharu mendengar cerita Kilab. Mengertilah ia kini mengapa orang tuanya merasa begitu kehilangan. Segera ia mengirim utusan untuk memanggil orang tua Kilab. Laki-laki tua yang sudah tidak bisa melihat dengan jelas itu, tertatih-tatih menghadap Khalifah.

“Abu Kilab, apakah yang engkau inginkan sekarang?” tanya Khalifah Umar.
“Aku ingin melihat Kilab, wahai Khalifah. Aku ingin memeluknya sebelum aku mati,” jawab ayah Kilab.

Khalifah Umar lantas meminta Kilab untuk memerah susu unta sebagaimana yang ia lakukan dulu, lalu menyuguhkannya untuk sang ayah. Masya Allah. Meski tak bisa melihat, namun laki-laki itu mengetahui susu itu Kilab yang menyodorkan.

“Aku mencium bau tangan Kilab di gelas ini, wahai Khalifah Umar. Apakah Kilab ada di sini?” tanyanya gemetar.

“Iya, Abu Kilab. Anakmu berada di sini. Aku menyuruhnya pulang,” jawab Khalifah Umar.

Seketika ayah dan anak itu berpelukan sembari menangis. Khalifah Umar dan para sahabat yang berada di ruang itu pun turut meneteskan air mata. Bukan kesedihan, melainkan air mata kebahagiaan karena ayah yang merindukan anaknya itu telah menemukan permata hatinya.

Sumber: 77 Cahaya Cinta di Madinah/ Penulis: Ummu Rumaisha/ Penerbit: al-Qudwah Publishing/ Februari 2015

7. Memohon Surga dan Taubat – Seri Amalan Yang Mengantarkan Masuk Surga

0
bertaubat kepada Allah
bertaubat kepada Allah

Elfatica.com – Memohon Surga dan Taubat, Amalan yang mengantarkan masuk surga. Hai Sahabat Elfatifa, setelah beberapa saat beristirahat dari mengupdate artikel, maka saatnya kembali kami share artikel-artikel menarik yang insya Allah bermanfaat bagi kita semua. Untuk kali ini akan kami lanjutkan share tentang amalan yang mengantarkan masuk surga yaitu memohon surga kepada Allah SWT dan bertaubat kepada Allah. Artikel ini juga sebagai lanjutan dari artikel sebelumnya yang membahas tentang Berdzikir Kepada Allah sebagai salah satu amalan yang akan membawa kita masuk ke dalam Surga.

1. Memohon Dimasukkan ke Dalam Surga kepada Allah SWT

Berikutnya, salah satu amalan yang dapat membawa kita ke dalam surga adalah dengan memohon untuk dimasukkan ke dalam Surga kepada Allah SWT, Sang Pemilik Surga. Allah SWT adalah Dzat yang Maha Mengabulkan segala permintaan dan doa dari hamba-Nya. Apabila Allah SWT mendengar salahs eorang hamba-Nya memohon suatu permintaan maka Allah akan mengabulkannya. Hal ini berlaku juga untuk permohonan untuk dimasukkan ke dalam Surga-Nya.

berdoa dan memohon dimasukkan ke dalam Surga
berdoa dan memohon dimasukkan ke dalam Surga. credits: republika

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits Nabi berikut ini:

Dari Anas RA, ia berkata bahwasannya Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barangsiapa yang memohon Surga kepada Allah SWT sebanyak tiga kali, niscaya Surga akan berdoa: ‘Ya Allah, masukanlah ia ke dalam Surga.’ Dan barangsiapa yang memohon agar dijauhkan dari api Neraka sebanyak tiga kali, niscaya Neraka akan berdoa: ‘Ya Allah, jauhkanlah dirinya dari Neraka.’” (Hadits Riwayat At-Tirmidzi dalam Jami-nya (IV/603, no. 2572), dan an-Nasa’i di Sunan-nya (VIII/279), Ibnu Majah dalam Sunan-nya (II/1453, no. 4340), al-Hakim dalam al-Mustadrak (I/534-535).

Oleh karena itu hendaklah kita sebagai hamba-Nya yang beriman dan bertakwa serta meyakini akan keberadaan Surga dan Neraka, maka sudah kewajiban kita untuk selalu beramal ibadah dan berdoa kepada-Nya untuk dimasukkan ke dalam Surga-Nya.

2. Bertaubat Kepada Allah SWT

Bertaubat adalah salah satu hal yang paling dicintai Allah SWT dari para hamba-Nya. Oleh karena itu, bertaubat mempunyai nilai yang tinggi dalam mendapatka Surga-Nya, karena taubat dapat mengapus kesalahan-kesalahan dan dosa yang telah diperbuat di masa yang lalu.

bertaubat kepada Allah
bertaubat kepada Allah. image credits: islampos

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an sebagai berikut:

a. Allah berfirman: “Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka itu akan masuk ke dalam Surga dan tidak dizalimi (dirugikan) sedikit pun.” (QS. Maryam [19]:60).

b. Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (QS. At-Tahrim [66]:8).

Demikianlah sahabat Elfatica, dua amalan yang dapat membawa pelakunya kepada keridhaan Allah SWT dan akan membawanya ke dalam Surga. Semoga kita termasuk ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang dimasukkan ke dalam Surga-Nya, Aamiin…

Artikel Terbaru

ilustrasi manfaat puasa bagi kesehatan

4 Manfaat Puasa Dari Segi Medis Yang Harus Anda Ketahui

0
Elfatica.com – Puasa ternyata bermanfaat bagi Kesehatan, hal ini dapat dilihat dari kacamata medis. Umumnya puasa identik dengan menahan lapar dan dahaga dengan tujuan...
ilustrasi mandi wajib

Mandi Wajib? Inilah 5 Hal Yang Mengharuskan Kita Melakukannya

0
Elfatica.com – Mandi wajib, inilah 5 hal yang mengharuskan Anda melakukannya. Ya, mandi wajib adalah mandi yang harus dilakukan oleh seorang muslim atau umat...
ilustrasi shalat dhuha

Kapan Waktu Terbaik Untuk Shalat Dhuha? Inilah Penjelasannya

0
Elfatica.com – Kapan waktu terbaik untuk melaksanakan shalat Dhuha? Biasanya sahabat Elfatica melakukan shalat sunnah dhuha antara sesudah matahari terbit agak tinggi hingga waktu...
ilustrasi shalat dhuha

Tahukah Anda 6 Keutamaan dan Pahala Shalat Dhuha? Inilah Penjelasan Lengkapnya

0
Elfatica.com – Apakah Anda termasuk orang yang rajin melaksanakan sholat sunnah Dhuha harian? Jika iya, Alhamdulillah, banyak bersyukurlah karena Allah memberikan banyak keutamaan dan...
ilustrasi shalat Id

Apakah Wajib Melakukan Shalat Jumat setelah Shalat Id? Inilah Dia Penjelasan Lengkapnya

0
Elfatica.com – Kita sudah sering menjumpai hari raya yang jatuh bertepatan pada hari Jum’at, entahlah hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha. Nah pertanyaan...
error: Content is protected !!
Have no product in the cart!
0