Home Blog

7. Memohon Surga dan Taubat – Seri Amalan Yang Mengantarkan Masuk Surga

0
bertaubat kepada Allah
bertaubat kepada Allah

Elfatica.com – Memohon Surga dan Taubat, Amalan yang mengantarkan masuk surga. Hai Sahabat Elfatifa, setelah beberapa saat beristirahat dari mengupdate artikel, maka saatnya kembali kami share artikel-artikel menarik yang insya Allah bermanfaat bagi kita semua. Untuk kali ini akan kami lanjutkan share tentang amalan yang mengantarkan masuk surga yaitu memohon surga kepada Allah SWT dan bertaubat kepada Allah. Artikel ini juga sebagai lanjutan dari artikel sebelumnya yang membahas tentang Berdzikir Kepada Allah sebagai salah satu amalan yang akan membawa kita masuk ke dalam Surga.

1. Memohon Dimasukkan ke Dalam Surga kepada Allah SWT

Berikutnya, salah satu amalan yang dapat membawa kita ke dalam surga adalah dengan memohon untuk dimasukkan ke dalam Surga kepada Allah SWT, Sang Pemilik Surga. Allah SWT adalah Dzat yang Maha Mengabulkan segala permintaan dan doa dari hamba-Nya. Apabila Allah SWT mendengar salahs eorang hamba-Nya memohon suatu permintaan maka Allah akan mengabulkannya. Hal ini berlaku juga untuk permohonan untuk dimasukkan ke dalam Surga-Nya.

berdoa dan memohon dimasukkan ke dalam Surga
berdoa dan memohon dimasukkan ke dalam Surga. credits: republika

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits Nabi berikut ini:

Dari Anas RA, ia berkata bahwasannya Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barangsiapa yang memohon Surga kepada Allah SWT sebanyak tiga kali, niscaya Surga akan berdoa: ‘Ya Allah, masukanlah ia ke dalam Surga.’ Dan barangsiapa yang memohon agar dijauhkan dari api Neraka sebanyak tiga kali, niscaya Neraka akan berdoa: ‘Ya Allah, jauhkanlah dirinya dari Neraka.’” (Hadits Riwayat At-Tirmidzi dalam Jami-nya (IV/603, no. 2572), dan an-Nasa’i di Sunan-nya (VIII/279), Ibnu Majah dalam Sunan-nya (II/1453, no. 4340), al-Hakim dalam al-Mustadrak (I/534-535).

Oleh karena itu hendaklah kita sebagai hamba-Nya yang beriman dan bertakwa serta meyakini akan keberadaan Surga dan Neraka, maka sudah kewajiban kita untuk selalu beramal ibadah dan berdoa kepada-Nya untuk dimasukkan ke dalam Surga-Nya.

2. Bertaubat Kepada Allah SWT

Bertaubat adalah salah satu hal yang paling dicintai Allah SWT dari para hamba-Nya. Oleh karena itu, bertaubat mempunyai nilai yang tinggi dalam mendapatka Surga-Nya, karena taubat dapat mengapus kesalahan-kesalahan dan dosa yang telah diperbuat di masa yang lalu.

bertaubat kepada Allah
bertaubat kepada Allah. image credits: islampos

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an sebagai berikut:

a. Allah berfirman: “Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka itu akan masuk ke dalam Surga dan tidak dizalimi (dirugikan) sedikit pun.” (QS. Maryam [19]:60).

b. Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (QS. At-Tahrim [66]:8).

Demikianlah sahabat Elfatica, dua amalan yang dapat membawa pelakunya kepada keridhaan Allah SWT dan akan membawanya ke dalam Surga. Semoga kita termasuk ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang dimasukkan ke dalam Surga-Nya, Aamiin…

6. Berdzikir Kepada Allah – Seri Amalan Yang Mengantarkan Masuk Surga

0
berdzikir kepada Allah SWT
berdzikir kepada Allah SWT. image credits: inernet

Elfatica.com  – Sahabat Elfatica, setelah diulas lima amalan pertama yang jika dilakukan akan membuka pintu untuk masuk ke dalam Surga Allah SWT, maka kali ini kita lanjutkan untuk membahas amalan keenam yang terdapat dalam kitab Mujibatul Jannah fi Dhau-is Sunnah karya Syaikh Abdullah bin Ali Ju’aitsin, dan sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan diterbitkan dengan judul 62 Amalan Pembuka Pintu Surga. Amalan ke-6 yang dapat mengantarkan kita untuk masuk ke dalam Surga adalah dengan banyak berdzikir kepada Allah SWT.

Berdzikir Kepada Allah SWT Sebagai Salah Satu Amalan Yang Akan Mengantarkan Masuk ke Dalam Surga

Berdzikir ini adalah salah satu amalan yang utama, dan ada banyak hadits yang menyebutkan keutamaan dari berdzikir kepada Allah ini. Dalam hadits-hadits tersebut disebutkan bahwa berdzikir merupakan salah satu jalan atau penyebab seseorang masuk Surga.

berdzikir kepada Allah SWT
berdzikir kepada Allah SWT. image credits: inernet

Beberapa hadits yang menjelaskan tentang keutamaan dalam berdzikir ini yaitu tasbih, tahmid, tahlil dan takbir antara lain:

a. Dari Ibnu Mas’ud RA, ia menuturkan bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

“Aku bertemu dengan Ibrahim pada malam Isra’ Mi’raj. Ia berkata: ‘Ya Muhammad, sampaikan salamku pada umatmu dan katakana kepada mereka bahwasanya Surga itu mempunyai tanah yang baik serta air yang tawar. Ia merupakan hamparan tanah yang datar yang tidak ada tanamannya. Dan, (yang akan menjadi) tanamannya adalah kalimat subhanallah, alhamdulillah, laa ilaaha ilallaah, dan allaahu akbar.’” (HR. Imam Tirmidzi dalam Jami’nya (V/476, no.3462), dan ia mengatakan “Hadits ini hasan gharib.” Sementara Syaikh al-Albani menghasankannya dalam Shahih Sunanit Tirmidzi (III/160).

b. Dari Jabir RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa yang membaca: ‘Subhaanallaahil ‘azhiim wa bihamdih’, akan ditanamkan baginya satu pohon kurma di Surga.” (HR. at-Tirmidzi V/477, no.3464, 3465), dan ia berkata: “Hadits ini hasan shahih”. Ibnu Hibban mensahihkan hadits ini dalam Shahihnya (Mawaridhuzh Zham-an) no.2335. Sementara Ibnu Hajar menghasankan hadits ini dalam Nata-ijul Afkar (I/243), dengan tahqiq Syaikh Abdullah ad-Dausari, dan dicetak dengan mesin ketik. Sedangkan SYaikh al-Albani menshahihkannya dalam Shahih Sunanit Tirmidzi (III/163).

c. Dari Abu Hurairah RA, dia berkata:

Rasulullah SAW pernah berjalan melewatinya saat dia sedang menanam sesuatu. Beliau bertanya: “Wahai Abu Hurairah, apa yang sedang engkau tanam?” Aku menjawab: “sebuah tanaman milikku.” Rasulullah bersabda: “Maukan aku tunjukkan kepadamu tanaman yang lebih baik bagimu daripada tanaman ini?” Abu Hurairah berkata: “Ya wahai Rasulullah.” Rasulullah SAW bersabda: “Ucapkanlah: ‘Subhanallah walhamdulillah wala ilaha ilallah wallahu akbar, niscaya akan ditanamkan bagimu sebuah pohon di dalam Surga dari setiap kalimatnya.” (HR. Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya (II/1251). Sanad hadits ini dihasankan oleh Imam al-Bushri dalam Misbahhuz Zujajah (IV/132) dan Imam al-Mundziri dalam at-Targhib wat Tarhib (II/244). Syaikh al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah mengatakan: “Hadist ini shahih.” (II/320).

Waktu-waktu Utama Untuk Berdzikir

Nah dari hadits-hadits tersebut di atas telah disebutkan bagaimana dzikir termasuk amalan yang utama dalam menggapai pintu Surga. Dan untuk waktu dan ucapan dzikir juga ada beberapa hadits yang secara terperinci menjelaskan lafadz dan waktu tertentu yang mempunyai keutamaan antara lain:

1. Mengucapkan Tasbih, Tahmid dan Takbir Setelah Shalat Wajib dan Sebelum Tidur

Rasulullah SAW menyebutkan bahwa setelah shalat wajib dan saat akan hendak tidur kita dianjurkan untuk melakukan dzikir yaitu mengucapkan kalimat tasbih, tahmid dan takbir. Hal ini seperti yang disebutkan dalam hadits berikut ini:

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata:

“Orang-orang fakir mendatangi nabi SAW, lalu berkata: ‘Para ahlud dutsur (yakni orang-orang kaya) pergi dengan membawa derajat yang tinggi dan kenikmatan yang abadi. Mereka mengerjakan shalat sebagaimana halnya kami mengerjakannya, dan berpuasa sebagaimana kami berpuasa. Tetapi, mereka mempunyai keutamaan berupa harta sehingga mereka mampu menunaikan ibadah haji dan umrah, dan mereka dapat berjihad di jalan Allah dan bersedekah.’

Rasulullah SAW bersabda: ‘Maukah kalian kuberitahu tentang amalan yang bila kalian kerjakan niscaya kalian akan menyusul orang-orang kaya yang mendahului kalian, dan kalian tidak akan disusul oleh orang-orang setelah kalian; kalian akan menjadi orang terbaik di antara mereka, kecuali bila ada orang yang melakukan hal yang sama? Yaitu, dengan kalian mengucapkan dzikir:

Dan, aku pernah melihat Rasulullah SAW menghitungnya dengan tangannya. Mereka (para Sahabat) lalu bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana keduanya dikatak mudah namun sedikit orang yang mengamalkannya?”

Beliau SAW menjawab: “Syaitan mendatangi salah seorang dari kalian menjelang tidur, lalu syaitan itu membuatnya tidur sebelum ia mengatakan kalimat tersebut. Syaitan juga mendatangi dirinya setelah ia menyelesaikan shalat, lalu ia mengingatkannya kepada kebutuhannya sebelum ia mengucapkan kalimat tersebut.” (HR. Ahmad).

2. Dzikir Setelah Wudhu (Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat)

Rasulullah SAW juga menceritakan bagaimana mengucapkan dua kalimat syahadat setelah berwudhu juga merupakan salah satu amalan yang utama:

Dari Uqbah bin Amir RA, ia berkata bahwasannya Rasulullah SAW bersabda:

“Tidaklah seseorang di antara kalian berwudhu, lantas ia menyempurnakan atau memperbaiki wudhunya itu, kemudian ia mengucapkan: ‘Aku bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah, yang tiada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah hamba dan Rasul-Nya’, melainkan dibukakan baginya delapan pintu Surga dan ia akan dapat memasukinya dari pintu dari pintu manapun yang ia inginkan.” (HR. Imam Muslim dalam Shahihnya I/209, no.234).

3. Mengucapkan ‘Laa haula wala quwwata illaabillaah’

Hadits yang membahas ucapan ‘Laa haula wala quwwata illaabillaah’ adalah:

Dari Abu Musa RA, ia menuturkan bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

“Maukah aku tunjukkan kepadamu salah satu harta simpanan yang paling berharga di Surga?” Aku berkata: ‘Ya, wahai Rasulullah.” Beliau berkata: “Ucapkan: Laa haula walaa quwwata illaa billaah,’” (Tidak ada daya dan kekuatan melainkan dengan izin Allah). (Muttafaq alaih)

Dari Abu Dzarr RA, ia berkata:

“Kekasihku, Rasulullah SAW mewasiatkan kepadaku agar banyak mengucapkan kalimat: Laa haula walaa quwwata illaa billaah, karena sesungguhnya ia adalah salah satu harta simpanan yang sangat berharga di Surga.” (HR. Imam Ahmad dalam Musnad-nya V/159).

4. Doa Masuk Pasar

Dari Umar bin al-Khathab RA, ia berkata bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa masuk ke dalam pasar dan mengucapkan: ‘Tidak ada ilah selain Allah Yang Maha Esa, dan tiada sekutu bagi-Nya; hanya bagi-Nya segenap kerajaan dan pujian. Dia Yang menghidupkan dan mematikan, sedangkan Dia Mahahidup dan tidak akan pernah mati; di tangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu.’ Maka Allah akan tuliskan baginya sejuta kebaikan, dan hapuskan darinya segala keburukan, serta membangun untuknya sebuah rumah di Surga.” (HR. Imam at-Tirmidzi dalam Jami-nya V/457, no.3428,3429 dan HR. Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak I/538,539).

5. Dzikir Ketika Hendak Tidur

Dari Jabir RA, ia pernah menuturkan bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

“Bila seseorang beranjak menuju tempat tidurnya (untuk tidur), Malaikat dan syaitan mengelilinginya. Kemudian, Malaikat tersebut berkata: ‘Tutuplah (harimu) dengan kabaikan.’ Sementara syaitan malah berkata: ‘Tutuplah (harimu) dengan keburukan.’ Apabila orang tersebut berdzikir kepada Allah, lalu tidur, maka sepanjang malam itu Malaikat melindungi dan menjaganya. Apabila orang tersebut bangun, Malaikat berkata: ‘Bukalah (harimu) dengan kebaikan.’ Sementara syaitan berkata: ‘Bukalah (harimu) dengan keburukan.’ Jika orang tersebut berdoa (ketika bangun tidur): ‘Segala puji bagi Allah yang telah mengembalikan rohku kepadaku dan tidak mematikannya ketika tidur. Segala puji bagi Allah yang telah menahan langit dan bumi supaya tidak lenyap; dan sungguh jika keduanya lenyap, tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. Segala puji bagi Allah yang telah menahan langit agar tidak jatuh menimpa bumi kecuali dengan izin-Nya. Bila orang tersebut jatuh dari pembaringannya dan meninggal, maki a masuk Surga.” (HR. Imam Abu Ya’la dalam Musnad-nya III/326, no. 1759), Imam an-Nasa’I dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah halaman 490 no.854, Imam Ibnu Hibban dalam Shahih-nya no.2362, Imam al-Hakim I/548).

Penutup

Demikianlah Sahabat Elfatica, hadits-hadits yang menyebutkan tentang bagaimana keutamaan berdzikir kepada Allah SWT sehingga dengan berdzikir tersebut dapat mengantarkan kita untuk meraih Surga. Semoga bermanfaat.

To

Inilah Keutamaan Bulan ramadhan

0
keutamaan bulan Ramadhan
keutamaan bulan Ramadhan

Elfatica.com – Bulan ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat islam, baik tua maupun muda. Karena di bulan inilah kita melaksanakan ibadah yang tidak ada di bulan lainnya yaitu puasa wajib Ramadhan, membayar zakat fitrah bagi yang masuk kriteria dan juga melaksanakan sholat sunnah Idul Fitri. Dan selain itu, di Indonesia tercinta ini ada satu momen yang hampir tidak ditemukan di bulan-bulan lainnya yaitu momen mudik. Namun tahukah Sahabat bagaimana Allah SWT memuliakan bulan ini dibanding bulan-bulan lainnya? Mari kita simak keutamaan-keutamaan yang terdapat dalam bulan Ramadhan berikut ini.

Inilah Keutamaan Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah salah satu bulan yang utama dalam penanggalan Islam, dimana banyak sekali momen penting yang terjadi di bulan ini.

keutamaan bulan Ramadhan
keutamaan bulan Ramadhan. image credits: internet

Berikut ini adalah keutamaan bulan Ramadhan yang mesti kita ketahui sebagai umat Islam agar dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mendapatkan berkah di bulan ini:

1. Bulan Ramadhan adalah Bulan diturunkannya Al-Qur’an

Keutamaan pertama dari bulan Ramadhan adalah pada bulan inilah pertama kali Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam hal ini Allah berfirman:

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah: 185).

Buku Rekomendasi:

Simple Ramadhan

Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan, di mana petunjuk dan berbagai pengaruh serta nilainya telah terealisasi di muka bumi ini. Dan pada bulan ini pula al-Qur-an diturunkan sebagai ilmu dan pengetahuan, sebagai penunjuk jalan (kehidupan) sekaligus sebagai norma untuk berpijak. Sebelumnya, kekufuran telah merebak luas dan menghantui manusia. Tetapi ketika al-Qur-an datang, kekufuran itu terhenti, kegelapan pun terusir dan ruh kembali bersemangat untuk memasuki kehidupan. Sebab, risalah Islam akan dapat mempengaruhi dimensi ruh dalam kehidupan serta menjalankan fungsinya dalam merubah wajahnya yang gelap menjadi wajah yang terang bersinar, yang membawa kecintaan, kejernihan, hidayah dan bimbingan.

bulan Ramadhan awal diturunkannya Al Quran
bulan Ramadhan awal diturunkannya Al Quran. image credits: islampos.com

Kisah wahyu pertama turun kepada Nabi Muhammad SAW antara lain adalah sebagai berikut:

Pada malam di bulan Ramadhan malaikat Jibril turun kepada Nabi Muhammad SAW dan menyampaikan firman Allah:

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha mulia, Dia mengajari manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-Alaq[96]:1-4).

Mengenai kisah turunnya malaikat Jibril kepada Rasulullah terdapat dalam shahihain yang diceritakan oleh Aisyah Ummul Mu’minin, beliau menuturkan, “Awal mula turunnya wahyu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah berupa mimpi yang benar dalam tidur beliau. Beliau tidak pernah melihat sesuatu dalam mimpinya melainkan ada sesosok yang datang menyerupai fajar subuh. Kemudian beliau bertahannuts di gua Hira selama beberapa malam, sebelum kemudian pulang mengambil bekal untuk bertahannuts lagi. Lalu beliau menemui Khadijah radhiyallahu ‘anha dan mempersiapkan bekal kembali.

Hingga suatu ketika datanglah kebenaran yang nyata (al-Haq) tatkala beliau berada di Gua Hira. Pada saat itu beliau didatangi oleh Malaikat Jibril seraya berkata kepadanya, “Bacalah!” “Aku tidak dapat membaca”, jawab Nabi. Rasulullah berkata, ‘’Lalu Makaikat Jibril memegangi dan merangkulku sampai aku merasa sesak, kemudian ia melepaskanku. Malaikat Jibril kembali memegangiku untuk kedua kalinya, seraya berkata, “Bacalah”. Aku menjawab, “Aku tidak dapat menjawab”. Iapun kembali memegangiku dan merangkulku hingga aku merasa sesak. Lalu ia kembali melepaskanku seraya berkata, “Bacalah!” Aku kembali menjawab, “Aku tidak bisa membaca”. Kemudian Malaikat Jibril kembali menekanku lalu melepaskanku seraya berkata kepadaku:

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha mulia, Dia mengajari manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-Alaq[96]:1-4).

Lalu Rasulullah kembali ke rumah dalam keadaan gemetar (hatinya gemetar) lalu masuk menemui khadijah binti khuwalid Radhiyallahu ‘anha seraya berkata “Zammiluniy, zammiluniy” selimuti aku, selimuti aku, lalu Khadijah menyelimutinya hingga hilang rasa takut darinya, kemudian beliau berkata kepada Khadijah dan mengabarkan kabar: “aku takut atas diriku sendiri” , Khadijah berkata “sekali-kali tidak, demi Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakanmu selamanya, sungguh engkau selalu menyambung tali persaudaraan (bersilaturahim), ikut meringankan beban orang lain, berderma kepada orang tak berpunya, memuliakan tamu, dan menolong orang yang menegakkan kebenaran.

Lalu Khadijah pergi bersama beliau menemui Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul ‘Uzza sepupuh Khadijah. Beliau adalah seorang penganut Nasrani pada masalah jahiliyah dan dapat menulis bahasa Ibrani, saat itu beliau sudah tua dan kondisinya buta. Khadijah berkata kepadanya, “Wahai anak pamanku, dengarkanlah (berita) dari anak saudaramu ini”. Waraqah berkata: “Wahai anak saudaraku (kemanakan), apa yang engkau lihat?” maka Rasulullah mengabarkan peristiwa yang beliau lihat. Waraqah berkata kepada beliau, “inilah Namus (malaikat) yang turun kepada Nabi Musa, andaikan aku masih muda, andaikan aku masih hidup ketika kaummu mengusirmu. ”Apakah mereka akan mengeluarkan/ mengusirku?” Tanya Rasulullah. “Iya, tidak ada satupun yang datang membawa ajaran seperti (ajaran) yang engkau bawa melainkan ia pasti disakiti, andaikan aku masih mendapati hari tersebut niscaya aku menolongmu.” Tak berapa lama kemudian Waraqah meninggal dunia pada saat-saat wahyu turun kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Peristiwa ini terjadi pada bulan Ramadhan sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Ishaq dan Abu Sulaiman Ad Dimasyqy yang dikutip oleh Ibnul Jauzy dalam kitabnya Zaadul Masir Fiy ‘Ilmittafsir.

2. Ketika Ramadhan Tiba, Setan-setan di Belenggu, Pintu-pintu Neraka ditutup dan Pintu-pintu Surga dibuka

Pada bulan Ramadhan yang mulia dan agung inilah dimana saat Allah memperbesar pahala, melipatgandakan ganjaran, dan membuka pintu-pintu kebaikan bagi orang-orang yang menginginkannya.

Di antara hadits yang agung yang menunjukkan keutamaan bulan Ramadhan adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Apabila telah datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu” (HR. Bukhari No. 3277 dan Muslim No. 1079).

Ilustrasi setan dibelenggu pada bulan Ramadhan
Ilustrasi setan dibelenggu pada bulan Ramadhan. image credits: internet

Dalam riwayat lain, Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam juga bersabda :

“Apabila datang awal malam dari bulan Ramadhan, setan-setan dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintupun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka tidak ada satu pintupun yang ditutup. Dan seorang penyeru menyerukan: ‘Wahai orang yang menginginkan kebaikan kemarilah. Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan tahanlah.’ Dan Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu terjadi pada setiap malam.” (HR. At-Tirmidzi dalam Sunan-nya no. 682 dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya no. 1682, dihasankan Asy-Syaikh Albani rahimahullahu dalam Al-Misykat no. 1960).

Syaikh ‘Utsaimin rahimahullah menjelasakan ”Pintu-pintu surga dibuka pada bulan ini oleh karena banyaknya amal saleh yang dikerjakan, dan sekaligus untuk memotivasi umat islam agar melakukan kebaikan. Pintu-pintu neraka ditutup karena sedikitnya maksiat yang dilakukan oleh orang-orang yang beriman. Setan-setan diikat dan dibelenggu, tidak dibiarkan lepas seperti di bulan-bulan selain Ramadhan.” (Majaalisu Syahri Ramadhan, Syaikh ‘Utsaimin).

3. Di Bulan Ramadhan terdapat Malam Yang Penuh Kemuliaan dan Keberkahan

Pada bulan Ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam ini disebut dengan lailatul qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah, yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan saat diturunkannya Al Qur’anul Karim.

Ramadhan lebih baik dari malam seribu bulan
Ramadhan lebih baik dari malam seribu bulan. Image credits: internet

Dalam hal ini Allah Ta’ala berfirman:

”Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3).

Dan Allah Ta’ala juga berfirman:

”Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhan: 3).

Yang dimaksud malam yang diberkahi di sini adalah malam lailatul qadr. Inilah pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Jarir Ath Thobari rahimahullah dalam Tafsir Ath Thobari, 21/6.Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama di antaranya Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.

4. Di Bulan Ramadhan Adalah salah Satu Waktu dimana Allah Akan Mengabulkan Do’a

Pada bulan Ramadhan yang mulia Allah SWT berjanji akan mengabulkan do’a dari para hambanya yang memanjatkan do’a kepada-Nya.

banyak berdoa di bulan Ramadhan
banyak berdoa di bulan Ramadhan. image credits: republikaonline.com

Hal ini seperti yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai berikut. Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a pasti dikabulkan.” (HR. Al Bazaar. Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (10:149) mengatakan bahwa perawinya tsiqah (terpercaya). Lihat Jaami’ul Ahadits, 9:224).

Penutup

Demikianlah Sahabat Elfatica, beberapa keistimewaan dan keutamaan bulan Ramadhan yang sebentar lagi akan datang, insya Allah. Mari kita berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan, mari kita mempersiapkan diri agar dapat melaksanakan amal ibadah yang terbaik pada bulan Ramadhan. Dan semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, dan mengampuni dosa-dosa kita. Serta menjadikan kita sebagai salah satu hamba-Nya yang bertakwa, Amiin..

Rujukan:
a. Buku Panduan Bulan Ramadhan: Ustadz Mumahmad Abduh Tuasikal, ST, Msc.
b. Almanhaj.or.id
c. Muslim.or.id

Tips Mudah Menjaga Wajah Agar Tetap Bersih dan Sehat Setiap Hari

0
memakai pelembab wajah secara teratur
memakai pelembab wajah secara teratur

Elfatica.com – Hai sahabat Elfatica, apakah sudah membersihkan wajah hari ini? Wajah adalah salah satu bagian tubuh yang paling jelas terlihat karena kita bertemu dengan orang lain maka yang paling awal diperhatikan adalah wajah, setelah itu baru yang lainnya. Oleh karena itu maka sangat penting untuk menjaga wajah agar tetap bersih dan sehat setiap hari. Bagaimana caranya? Mari kita ikuti artikel ini sampai habis…

Mengapa Wajah Perlu Dijaga Kebersihannya?

Wajah adalah salah satu bagian tubuh yang sangat penting bagi semua orang, baik sebagai pembeda antara kita dengan orang lain, juga dengan melihat wajah kita dapat mengetahui perasaan orang yang kita lihat apakah sedang senang, sedih atau yang lainnya. Selain itu, wajah adalah bagian tubuh yang biasanya langsung terkena udara dan lingkungan sekitar sehingga mudah sekali terpapar debu, polusi dan kotoran-kotoran lainnya saat kita berada di luar. Nah karena itulah jika kita tidak merawat wajah dengan rutin maka dikhawatirkan akan kusam dan tidak sehat. Bagaimanakah caranya? Berikut ini tips mudah menjaga dan merawat wajah agar tetap bersih dan sehat setiap hari.

Tips Mudah Menjaga Wajah Agar Tetap Bersih dan Sehat Setiap Hari

Berikut adalah tips-tips yang dapat dengan mudah sahabat Elfatica lakukan secara rutin agar kesehatan wajah tetap terjaga dan bebas dari penyakit dan kusam:

1. Mengenali Jenis Kulit Wajah

Hal paling awal yang harus sahabat lakukan adalah mengenali jenis kulit wajah sahabat sendiri, apakah termasuk jenis kulit normal, berminyak, kering atau juga yang sensitif. Karena dengan mengenali jenis kulit nanti sahabat dapat memilih produk pembersih wajah yang sesuai dengan jenis kulit sahabat. Sementara itu apakah sahabat mengerti jenis-jenis kulit dan cirinya masing-masing?

kenali jenis kulit wajah
kenali jenis kulit wajah. image credits: flamingoid.com
  • Jika sahabat termasuk yang normal, itu berarti kulit sahabat memiliki kelembapan, minyak dan daya tahan yang seimbang. Inilah yang akan sahabat dapatkan dengan menjaganya tetap bersih.
  • Jika Sahabat punya kulit berminyak, wajah mungkin akan terlihat mengilap, lembap atau berminyak setelah beberapa jam mencuci muka.
  • Jika kulit Sahabat kering, seringkali akan terlihat kering dan mengelupas.
  • Jika Sahabat punya kulit sensitif, kulit Sahabat seringkali terasa kencang atau gatal dan Sahabat akan mengalami reaksi alergi saat terkena bahan kimia tertentu.
  • Banyak orang memiliki kulit kombinasi, di mana tandanya adalah sebagian wajah Sahabat berminyak sementara bagian lainnya kering.

2. Membersihkan Wajah dengan Pelembab Secara Teratur

Tips kecantikan dan kesehatan kulit wajah yang kedua setelah mengenali jenis kulit adalah membersihkan kulit dari kotoran dan bakteri secara rutin. Pergunakan pembersih wajah sederhana paling tidak dua kali sehari. Cucilah wajah Sahabat satu kali di pagi hari dan satu kali di sore hari. Karena kulit tiap orang berbeda-beda dan membutuhkan perawatan yang berbeda, Sahabat mungkin lebih baik mencoba beberapa pembersih wajah yang berbeda untuk mengetahui mana yang hasilnya paling bagus untuk Sahabat. Apa yang harus Sahabat cari dari pembersih wajah adalah pembersih yang bisa menyingkirkan kotoran dan kuman dan minyak berlebih, akan tetapi tidak menghilangkan minyak sehat pada wajah Sahabat. Hal ini sangat penting karena jika pembersih mengangkat semua minyak maka wajah akan menjadi kering dan mudah terkelupas, serta sel-sel kulit juga menjadi tidak sehat.

memakai pelembab wajah secara teratur
memakai pelembab wajah secara teratur. image credits: internews

Sebagai contoh adalah jika kulit Sahabat berminyak maka Sahabat membutuhkan pembersih yang memiliki tingkat pH yang rendah. Dengan pH rendah ini pembersih akan lebih efektif dalam membersihkan minyak. Jika Sahabat mempunyai kulit yang sensitif maka jauhilah pembersih yang penuh dengan kandungan bahan kimia. Karena bahan-bahan kimia biasanya akan bereaksi dengan kulit yang sensitif.

Buku rekomendasi bagi muslimah:

Fiqih Kontemporer Kesehatan Wanita

Perlu diingat untuk menghindari penggunaan sabun biasa karena terlalu keras untuk wajah Sahabat dan bisa menghilangkan kandungan minyak alaminya.

Jika habis beraktifitas di luar yang mengeluarkan banyak keringat dan juga banyak bersentuhan dengan debu dan kotoran, akan lebih baik membilas wajah Sahabat dengan air hangat. Air hangat akan membuat pori-pori membesar sehingga akan memudahkan dalam menghilangkan kotoran dan minyak yang menempel di wajah.

membersihkan wajah
membersihkan wajah secara teratur. image credits: facebook.com

Selain itu Sahabat perlu mencuci wajah setelah berolahrga untuk menyingkirkan semua keringat, kotoran dan minyak yang mungkin tersumbat di pori-pori wajah Sahabat. Dan yang pasti, dengan berwudhu saat akan mengerjakan sholat juga membantu Sahabat untuk membersihkan wajah. Jika dipikir memang benar kan, mencuci muka lima kali sehari saat berwudhu tentu lebih baik dan bersih dibandingkan hanya mencuci wajah dua kali saat mandi saja.

3. Menjaga Kontak Langsung Dengan Wajah

Maksud dari menjaga kontak langsung dengan wajah adalah menjaga kontak tangan atau benda lainnya terlalu sering dengan wajah.

Seperti diketahui bahwa tangan kita banyak melakukan kontak atau menyentuh baik berupa manusia seperti bersalaman, atu kontak dengan benda-benda seperti peralatan tulis, makan, dan lainnya. Kita tidak bisa meyakini kalau semua barang-barang atau hal yang kita pegang itu bersih dari bakteri dan kuman. Dengan memegang wajah dengan sering akan meningkatkan kemungkinan wajah kita terkena kuman atau bakteri yang ada pada tangan kita. Oleh karena itu hendaklah kita mencuci atau membersihkan tangan sebelum mengusap wajah kita.

Saat mengusap atau mencuci wajah, hendaklah dilakukan dengan berhati-hati. Contohnya saat mengusap wajah dengan handuk setelah mencuci wajah, kegiatan tersebut hendaklah dilakukan dengan perlahan-lahan dan tidak terlalu keras pada wajah. Jika bisa maka tepuk-tepuklah wajah dengan pelan sehingga air yang ada di wajah bisa terserap oleh handuk. Dengan mengusap wajah secara pelan maka akan mengurangi resiko sel-sel wajah tergerus oleh handuk. Hal ini perlu diingat karena kulit wajah sangat sensitif.

4. Menjalankan Pola dan Gaya Hidup Sehat

Poin ketiga yang tidak kalah pentingnya dalam menjaga wajah Sahabat agar selalu sehat setiap hari dan tidak kusam adalah dengan menjaga pola dan gaya hidup sehat. Cara ini nantinya tidak hanya berpengaruh pada kesehatan wajah saja, tapi juga akan menjadikan tubuh dan badan Sahabat sehat secara keseluruhan. Apa saja faktor penting yang harus dilakukan dalam melakukan gaya hidup yang sehat ini? Inilah dia:

a. Meminum air putih yang cukup setiap hari

Air putih adalah salah satu asupan yang sangat penting bagi tubuh, karena prosentase kandungan air pada tubuh ideal adalah 60%-70%. Organ-organ tubuh seperti ginjal juga sangat membutuhkan air untuk dapat berfungsi dengan sempurna. Jika kandungan air pada tubuh dibawah 60% maka tubuh akan kering dan bisa menjadikan dehidrasi. Selain itu dapat merusak organ dalam tubuh sehingga Sahabat bisa jatuh sakit.

minum air putih 8 gelas sehari
minum air putih 8 gelas sehari. image credits: hipwee.com

Cara merawat wajah agar tidak kusam dan juga menjaga kesehatan tubuh adalah dengan rajin mengonsumsi air putih minimal 8 gelas setiap hari. Minum air putih bukan hanya menghilangkan dehidrasi saja, melainkan melarutkan racun dari dalam tubuh. Manfaat air putih dalam perawatan wajah kusam adalah mampu menjaga kelembapan dan kehalusan kulit.

b. Makan Makanan Yang bergizi

Selain minum minimal 8 gelas air putih setiap hari, asupan badan juga harus dijaga. Hal ini dengan banyak mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi.

makanan bergizi seimbang
makanan bergizi seimbang. image credits: internet

Sahabat dapat mencoba mengkonsumsi produk susu rendah lemak. Yogurt rendah lemak banyak mengandung vitamin A, zat yang sangat dibutuhkan oleh kulit. Vitamin A juga mengandung asidofilus yaitu semacam bakteri “hidup” yang membantu menjaga kesehatan usus, yang bisa membantu kesehatan kulit.

Makanlah makanan yang banyak memiliki kandungan anti-oksidan seperti blackberry, stroberi dan plum. Hal ini akan mencegah dan melawan zat-zat racun yang terserap oleh tubuh sehingga racun-racun tersebut tidak mengakibatkan kerugian pada badan kita.

Selain itu juga mengkonsumsi makanan yang memberikan asam lemak esensial yang dibutuhkan untuk kulit sehat seperti ikan salmon, kacang kenari dan biji rami. Asam lemak esensial meningkatkan kesehatan membran sel, yang pada akhirnya bisa meningkatkan kulit yang sehat.

c. Kurangi Mengkonsumsi Junk Food

Seperti yang sudah diinformasikan di banyak media kesehatan bawa mengkonsumsi junk food sangatlah buruk untuk kesehatan. Hal ini karena dalam junk food banyak sekali kandungan zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh dalam jumlah yang banyak seperti gula dan lemak. Selain itu zat-zat yang banyak diperlukan oleh tubuh malahan tidak ada dalam junk food ini. Hal ini mengakibatkan ketidakseimbangan asupan dan dapat menyebabkan ketidakseimbangan zat yang masuk ke dalam tubuh.

hindari makan junk food
hindari makan junk food. image credits: junkfoodpolis.org

Apalagi gula dan lemak jenuh yang jika kandungannya dalam tubuh sangat tinggi dapat menyebabkan penyakit berat seperti diabetes, darah tinggi, penyumbatan pembuluh darah, dan kolesterol. Penyakit-penyakit tersebut adalah penyakit berat yang dampaknya tidak main-main. Oleh karena itu, walaupun Sahabat sangat tergoda saat melihat junk food yang bentuk dan penampakannya sangat membuat perut ingin menerimanya, ingatlah bahwa makanan tersebut tidak baik bagi kesehatan. Sahabat lebih baik mengkonsumsi makanan yang kaya serat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan, serta lauk yang mengandung gizi seimbang. Hal itu jauh lebih baik bagi Sahabat.

d. Berolah raga Secara Rutin

Nah faktor yang satu ini juga banyak diremehkan oleh Sahabat-sahabat semua. Daripada capek berolahraga mendingan bersantai di rumah atau tempat lain atau bermain game dengan teman-teman. Apakah ada yang seperti itu? Jika ada, akan lebih baik untuk mengubah kebiasaan dengan melakukan olah raga secara teratur.

Dengan rutin melakukan olah raga, bukan cuma membuat tubuh menjadi lebih sehat, melakukan olahraga juga berpengaruh pada kesehatan kulit Sahabat. Disaat berolahraga, kelenjar keringat banyak memproduksi keringat dari pori-pori kulit. Nah, keringat tersebut membuat kotoran-kotoran yang terkunci di dalam pori-pori ikut terdorong keluar, sehingga pori-pori kembali bersih. Selain itu, sirkulasi oksigen yang lebih lancar saat berolahraga membuat kulit di tubuh juga wajah lebih cerah dan merona.

e. Waspadai Polusi

Untuk Sahabat yang pekerjaannya membutuhkan banyak keluar dari ruangan dan berkeliling seperti berkunjung ke rekan bisnis, ketemu dengan calon client dan yang semisalnya, hal ini akan lebih berpotensi untuk terpapar polusi dari udara sekeliling.

polusi udara di jalan raya
polusi udara di jalan raya. image credits: merdeka.com

Untuk menjaga kesehatan wajah agar sehat dan berseri setiap hari maka wajib hukumnya untuk melakukan perawatan yang rutin terhadap wajah agar terbebas dari pengaruh polusi udara. Untuk itu lakukan perawatan dan pembersihan minumal dua kali sehari yaitu pada saat pagi hari dan malam hari saat akan tidur.

5. Hindari Stress

Faktor stress juga dapat mempengaruhi kesehatan wajah dan badan lho Sahabat! Biasanya orang yang sedang stress akan lebih tidak menjaga pola hidup sehat dan lebih malas dalam melakukan kegiatan perawatan wajah. Selain itu saat stress akan keluar hormon yang memacu sel-sel kulit untuk lebih cepat tua sehingga kulit terlihat kusam dan tidak segar.

hindari stress
hindari stress. image credits: mindful-muslimah.org

Nah cara menghindari stress ini ada bermacam-macam, biasanya saat Sahabat melakukan kegiatan yang disenangi, hal ini dapat menurunkan tingkat stress. Kegiatan yang biasanya banyak dipilih untuk mengurangi stress antara lain dengan membaca buku komik atau buku-buku bacaan ringan, menonton televisi atau film, berkunjung ke rekan-rekan atau saudara, dan juga berwisata. Lakukanlah hal yang Sahabat senangi untuk menghilangkan stress. Namun harus diingat untuk tetap menjaga diri, jangan sampai melakukan hal-hal yang bersifat negatif yang dapat mengakibatkan kerugian dan penyesalan di kemudian hari.

Demikianlah sahabat Elfatica, 5 Tips Mudah Menjaga Wajah Agar Tetap Bersih dan Sehat Setiap Hari yang perlu diketahui dan bisa dipraktekkan. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Dahulukan Ilmu Sebelum Beramal

0
ilmu sebelum amal
ilmu sebelum amal

Elfatica.com – Sahabat Elfatica, dalam kehidupan ini adalah wajib bagi kita sebagai unat Islam untuk beramal shalih sebagai salah satu bekal kita dalam menghadapi kehidupan di masa depan, yaitu kehidupan akhirat. Jika bekal amal kita lebih banyak dibandingkan dengan dosa maka insya Allah kita akan diberikat tempat yang baik yakni Surga, dan juga sebaliknya. Namun apakah semua amal baik yang kita lakukan akan mendapatkan balasan pahala sebagaimana yang kita kira? Berikut ini adalah pembahasannya, sebagaimana yang disadur dari tulisan Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, ST, MSc.

Mendahulukan Ilmu Sebelum Beramal

ilmu sebelum amal
ilmu sebelum amal

Dalam melakukan perbuatan baik atau amal shalih, setiap muslim diwajibkan untuk mengetahui ilmu yang mencakup perbuatan tersebut, karena banyak orang yang tergelincir dalam masalah ini. Hal ini seperti yang dikatakan oleh ulama-ulama terdahulu sebagai berikut:

1. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Orang yang beramal tanpa ilmu bagaikan orang yang berjalan tanpa ada penuntun. Sudah dimaklumi bahwa orang yang berjalan tanpa penuntun akan mendapat kesulitan dan sulit untuk selamat. Taruhlah ia bisa selamat, namun itu jarang. Menurut orang yang berakal, ia tetap saja tidak dipuji bahkan dapat celaan.”

2. Guru dari Ibnul Qayyim yaitu Ibnu Taimiyah rahimahullah juga berkata, “Siapa yang terpisah dari penuntun jalannya, maka tentu ia telah tersesat. Tidak ada penuntun yang terbaik bagi kita selain dengan mengikuti ajaran Rasul – shallalahu ‘alaihi wa sallam-.”

3. Al Hasan Al Bashri rahimahullah mengatakan, “Orang yang beramal tanpa ilmu seperti orang yang berjalan bukan pada jalan yang sebenarnya. Orang yang beramal tanpa ilmu hanya membuat banyak kerusakan dibanding mendatangkan kebaikan. Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh, namun jangan sampai meninggalkan ibadah. Gemarlah pula beribadah, namun jangan sampai meninggalkan ilmu. Karena ada segolongan orang yang rajin beribadah, namun meninggalkan belajar.” (Miftah Daris Sa’adah, 1:299-300).

4. Umar bin Abdul Aziz pernah berkata: “Siapa yang beribadah kepada Allah tanpa didasari oleh ilmu, maka kerusakan yang ia perbuat lebih banyak daripada maslahat yang diperoleh.” (Majmu Fatawa, 2:282).

Dari perkataan-perkataan ulama yang masyhur pada jaman dahulu tersebut jelas dikatakan bahwa sebelum beramal maka hendaknya kita menuntut ilmu dan mempelajari ilmunya terlebih dahulu agar tidak tersesat. Hal ini karena jika tersesat maka bukanlah kebajikan yang akan didapat melainkan akan menumbuhkan kerusakan.

Jika merujuk dari amalan yang bisa diterima oleh Allah SWT, maka akan didapatkan bahwa amalan tersebut hanya dari orang yang bertakwa kepada Allah SWT. Dan sifat takwa ini hanya bisa diraih dengan jalan mempelajari agama. Dalam hal ini Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang0orang yang bertakwa.” (QS. Al Maidah: 27).

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Tafsiran yang paling bagus mengenai ayat ini adalah bahwasannya amalan yang diterima hanyalah dari orang yang bertakwa. Yang disebut bertakwa adalah bila beramal karena mengharap wajah Allah dan sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tentu saja ini hanya didasari dengan ilmu.” (Miftah Daris Sa’adah, 1:299).

Imam Bukhari yang merupakan salah satu ulama hadits terkemuka membuat bab dalam kitab shahihnya “Al Ilmu Qoblal Qouli Wal Amali (Ilmu Sebelum Berkata dan Berbuat).” Perkataan ini merupakan kesimpulan yang beliau ambil dari firman Allah SWT: “Maka ilmuilah (ketahuilah)! Bahwasanya tiada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu” (QS. Muhammad:19).

Sufyan bin ‘uyainah rahimahullah berdalil dengan surat Muhammad ayat 19 untuk menunjukkan keutamaan ilmu. Hal ini sebagaimana dikeluarkan oleh Abu Nu’aim dalam Al Hilyah ketika menjelaskan biografi Sufyan dari jalur Ar Robi’ bin Nafi’, bahwa Sufyan membaca ayat (yang artinya), “Maka ilmuilah (ketahuilah)! Bahwasanya tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu,” lalu beliau mengatakan, “Tidakkah engkau mendengar bahwa Allah memulai ayat ini dengan mengatakan ‘ilmuilah’, kemudian Allah memerintahkan untuk beramal?”

Ibnu Munir rahimahullah menjelaskan maksud Imam Bukhari diatas, “Yang dimaksudkan oleh Imam Bukhari bahwa ilmu adalah syarat benarnya suatu perkataan dan perbuatan. Suatu perkataan dan perbuatan itu tidak teranggap kecuali dengan ilmu terlebih dahulu. Oleh karena itu, ilmu haru didahulukan dari ucapan dan perbuatan. Ingatlah bahwa ilmu itu pelurus niat dan yang akan memperbaiki amalan.” (majmu Fatawa, 28: 160).

Mu’adz bin Jabal berkata,”Ilmu adalah pemimpin amal dan amal dibelakangnya ilmu..” (majmu Fatawa 28:136).

Ibnu Taimiyah berkata, “Niat dana amalan jika tidak didasari dengan ilmu, maka yang ada hanyalah kebodohan dan kesesatan, serta memperturut hawa nafsu. Itulah bedanya antara orang jahiliyah dan seseorang muslim.”

Mengapa Kita Mesti Belajar Sebelum Beramal?

Kita memang harus belajar dan menuntut ilmu sebelum beramal shalih, karena hal tersebut merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah dari Anas bin Malik).

Nah dari hadits di atas sudah jelas dikatakan bahwa adalah kewajiban bagi setiap muslim untuk menuntut ilmu. Maka dari itu mari kita terus belajar dan tidak mudah menyerah dalam menuntut ilmu.

5. Membaca dan Mengamalkan Al-Qur’an – Seri Amalan Yang Mengantarkan Masuk Surga

0
membaca dan mengamalkan al quran
membaca dan mengamalkan al quran

Elfatica.com – Pada bagian kelima ini kita akan membahas tentang membaca dan mengamalkan Al-Qur’an sebagai salah satu amalan yang jika kita kerjakan secara rutin dan terus-menerus dengan mengharapkan ridha Allah SWT maka insya Allah akan menyebabkan kita dimasukkan ke dalam Surga.

membaca dan mengamalkan al quran
membaca dan mengamalkan al quran

Dalil-dalil yang menjelaskan keutamaan membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya antara lain:

a. Dari Abdullah bin Amr RA, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Akan dikatakan kepada orang yang senantiasa membaca dan mengamalkan Al-Qur’an: ‘Baca dan naiklah, bacalah dengan perlahan-lahan sebagaimana engkau membacanya di dunia; karena sesungguhnya derajatmu berada pada akhir ayat yang engkau baca.’” (HR. Imam At-Tirmidzi dalam Jami’’-nya (V/136,2914), dan ini adalah redaksinya; Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya (II/153, no. 1464); dan Imam Ahmad dalam Musnad-nya (II/192). Syaikh al-Albani dalam Shahih Sunanit Tirmizi-nya (III/10) mengatakan: “Hadits ini hasan shahih.”).

b. Dari Aisyah RA, ia pernah mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang membaca AL-Qur’an dan pandai membacanya, maka ia akan bersama para malaikat utusan yang mulia dan penuh ketaatan. Dan, orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan dia merasa sulit membacanya, makai a akan mendapatkan dua balasan pahala.” (Muttafaq Alaih; Shahihul Bukhari (VIII/291, no. 4937) dan Shahih Muslim (I/550, no.798)).

Lafalzh diatas terdapat pada riwayat Imam Muslim. Redaksi Imam al-Bukhari juga serupa dengan itu, hanya saja di dalamnya terdapat lafazh: Wa huwa hafizhun lahu’ (dan dia menghafalnya), sebagai ganti dari lafazh Mahirun bihi (pandai membacanya).

c. Dari Abu Hurairah RA, ia bertutur; Bahwasanya nabi SAW bersabda: “Ahli al-Qur’an (orang yang gemar membaca sekaligus mengamalkannya) akan datang pada hari Kiamat, lalu al-Qur’an berkata: ‘Ya Allah, pakaikanlah kepadanya (yakni ahli al-Qur’an) perhiasan.’ Lalu iapun dipakaikan mahkota kemuliaan. Kemudian, al-Qur’an berkata lagi: ‘Ya Allah, tambahkanlah untuknya.’ Lalu, ia pun dipakaikan dengan perhiasan kemuliaan. Kemudian, al-Qur’an berkata lagi: ‘Ya Allah, ridhailah dirinya.’ Lalu, dikatakn kepada orang tersebut: ‘Bacalah dan naiklah!’ Dan, ditambahkanlah satu kebaikan untuknya pada setiap ayat yang dibacanya.” (HR. Imam at-Tirmidzi dalam Jami-nya (V/163, no. 2915), Tuhafatul Ahwadzi (X/227-228), serta dihasankan oleh al-Albani dalam Shahihut Tirmidzi (III/8).

Al-Mubarakfuri menerangkan: “Yakni, dikatakan kepada ahli al-Qur’an: ‘Bacalah al-Qur’an dan naikilah tingkatan-tingkatan yang ada di Surga.’” (Tuhafatul Ahwadzi (X/228).

membaca dan mengamalkan al-qur'an
membaca dan mengamalkan al-qur’an

d. Dari Jabir RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Al-Qur’an akan memberi syafaat (dengan izin Allah SWT) dan ia merupakan lawan berdebat yang jujur. Barang siapa yang menjadikannya sebagai pemimpin, niscaya ia akan mengantarkannya ke Surga. Namun, barangsiapa yang menjadikannya berada di belakang punggungnya (meninggalkannya), niscaya ia akan menggiringnya ke dalam Neraka.” (HR. Imam Ibnu Hibban dalam Shahih-nya (al-ikhsan)(I/167, no. 124). Syaikh al-Albani berkata di dalam Shahihul Jami (no. 4443): “Hadits ini shahih.”)

Imam Ibnu Atsir berkata: “Maksudnya, bahwasannya al-Qur’an akan menjadi lawan berbantah yang jujur, yakni siapa saja yang mengikuti dan mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya, niscaya ia akan menjadi pemberi syafa’at yang syafa’atnya akan diterima, dan ia adalah pemberi bagi segala keburukan orang tersebut apabila tidak mengamalkannya.”

Sebagian ayat maupun surat di dalam al-Qur’an memiliki beberapa kautamaan tersendiri. Di antaranya bahwa ayat-ayat dan surat-surat itu merupakan salah satu penyebab seseorang masuk Surga, atau barangsiapa yang membacanya maka ia akan dibangunkan untuknya sebuah istana di Surga.

Diantara surat-surat yang akan dapat dijadikan sebagai amalan dimana membaca dan mengamalkannya akan masuk ke dalam Surga adalah:

1. Ayat Kursi

Dari Abu Ummah RA, dia menuturkan; Bahwa Rasulullah bersabda: “Barangsiapa membaca ayat Kursi pada setiap selesai sholat wajib, maka tidak ada sesuatu pun yang menghalanginya untuk masuk ek dalam Surga kecuali apabila ia meninggal.” (HR. Imam An-Nasa’i dalam Amalul yaum wal Lailah (halaman 182, no.100). Hadit ini dishahihkan oleh Imam Ibnu Hibban, Imam Ibnu Abdil Hadi, Imam Ibnu Hajar, dan selain mereka.)

2. Surat Al-Mulk

Dari Anas RA, ia berkata bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Ada satu surat dalam al-Qur’an yang hanya terdiri dari tiga puluh ayat, namun ia (akan) membela orang yang membacanya sampai ia memasukkaannya ke dalam Surga. Surat itu adalah surat: Tabarak (al-Mulk).” (HR. Imam ath-Thabrani dalm al-Ausath, adh-Diya’ al-Maqdisi, dan dihasan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami (no. 3644)).

At-Tirmidzi meriwayatkan pula dari Abu Hurairah dengan redaksi: “Ada satu surat dalam al-Qur’an yang terdiri dari tiga puluh ayat, yang akan memberi syafaat kepada seseorang sampai orang itu diampuni dosanya, yaitu surat ‘Tabarakalladzi biyadihil mulku’ (al-Mulk).”

3. Surat al-Ikhlas

Pada surat al-Ikhlas ini ada beberapa hadits yang membahasnya antara lain:

a. Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: “Bahwasannya rasulullah SAW pernah mendengar seseorang laki-laki sedang membaca surat al-Ikhlas. Lalu, beliau berkata: ‘Pasti!’ Akupun bertanya: ‘Apa yang pasti, wakhai Rasulullah?’ Beliau menjawab: ‘Surga’. (HR. Imam Malik dalam al-Muwaththa (I/208, no. 18), Imam At-Tirmidzi dalam Jami-nya (V/154, no. 897), dan Tuhafatul Ahwadzi (VIII/209). Imam at-Tirmidzi berkata: “hadits ini hasan gharib shahih.” Sementara Syaikh al-Albani berkata dalam Shahih Sunanit Tirmidzi (III/8): ‘Hadits ini hasan ghahih.”

b. Dari Anas RA (didalam kisah seorang laki-laki yang mengimami kaum Anshar di masjid Quba’, dan dia selalu membaca surat al-Ikhlas pada setiap gerak rakaatnya), Rasulullah SAW menanyakan kepadanya mengenai hal itu: “Apa yang membuatmu membaca surat ini pada setiap rakaatnya?” Ia menjawab: :Ya Rasulullah, sesungguhnya aku sangat mencintainya.” Lalu Nabi SAW berkata: “Sesungguhnya kecintaan terhadapnya membuat engkau masuk Surga.” (HR. Imam al-Bukhari secara mullaqdengan redaksi kalimat aktif (II/255, no. 774) dan Imam at-Tirmidzi dalam Jami-nya (V/156, no. 2901). Imam at-Tirmidzi berkata: “Hadits ini hasan gharib shahih.” Sementara Syaikh al-Albani berkata dalam Shahih Sunanit Tirmidzi (III/8): “Hadits ini hasan shahih.”

c. Dari Mu’adz bin Anas RA, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Barangsiapa membaca surat al-Ikhlas (dari awal) hingga akhirnya sebanyak sepuluh kali, niscaya Allah akan membangun untuknya sebuah istana di Surga.” (HR. Imam Ahmad dalam Musnad-nya (III/437). Hadits ini dihasankan oleh Ayaikh al-Albani dama as-Silsilatus Shahihah (no.589) dan dishahihkan dalam Shahihul Jami (no. 6472).

Demikianlah sahabat Elfatica, hadits-hadits yang membahas tentang salah satu cara dalam beribadah atau amalan yang dapat mengantarkan kita umtuk masuk ke dalam Surga. Semoga kita dapat secara rutin membaca al-Qur’an dan juga mengamalkannya sekuat tenaga demi mendapatkan ridha dari Allah SWT.

source: 62 Amalan Pembuka Pintu Surga, oleh Syaikh Abdullah bin Ali al-Ju’aitsin.

4. Menghafal Asmaul Husna – Seri Amalan Yang Mengantarkan Masuk Surga

0
asmaul husna
asmaul husna

Elfatica.com – Setelah kita membahas tiga amalan yang jika dilakukan secara rutin maka akan membawa kita kepada Surga Allah SWT, maka pada artikel ini saatnya kita meneruskannya dengan membahas bagian keempat yaitu menghafal Asmaul husna.

Apakah Itu Asmaul Husna?

Nah bagi Anda yang belum atau tidak mengetahui apakah yang dimaksud dengan Asmaul Husna, maka akan kit aulas pengertiannya terlebih dahulu dan apa saja Asmaul Husna itu, sebelum kita memasuki dalil-dalil yang menyebutkan bahwa menghafal Asmaul Husna akan mengantarkan kita ke dalam Surga-Nya.

Asmaul Husna adalah nama-nama Allah SWT yang terbaik dan agung. Kata Asmaul Husna berasal dari bahasa arab yang merupakan gabungan dari dua kata yaitu al-Asma’ dan al-Husna. Al- Asma’ adalah ben

asmaul husna
asmaul husna

tuk jama’ dari ismun yang berarti nama. Sedangkan al-Husna adalah bentuk mashdar dari al-Ahsan yang berarti baik, bagus.

Jumlah dari Asmaul Husna adalah 99 nama, dan Asmaul Husna merujuk kepada nama-nama, sebutan, gelar, sekaligus sifat-sifat Allah SWT yang indah dan baik.

Istilah Asmaul Husna juga dikemukakan oleh Allah SWT dalam Surat Thaha:8 yang artinya: “Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai asmaa’ul husna (nama-nama yang baik)” (Q.S. Thaha:8).

Allah SWT juga berfirman dalam Surat Al-Baqara:31 dan Al-Ar’raaf:130, sebagai berikut: “Milik Allahlah nama-nama yang indah, dan mohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama tersebut” (Al-A’raaf:180).

“Dia telah mengajari Adam seluruh nama” (Q.S Al-Baqarah:31).

99 Asmaul Husna Beserta Artinya

Untuk lebih jelasnya dengan Asmaul Husna, berikut adalah 99 asmaul husna beserta artinya dalam Bahasa Indonesia:

No

Asmaul Husna Latin

Asmaul Husna Arab

Artinya

1 Ar Rahman الرحمن Yang Maha Pengasih
2 Ar Rahiim الرحيم Yang Maha Penyayang
3 Al Malik الملك Yang Maha Merajai
4 Al Quddus القدوس Yang Maha Suci
5 As Salaam السلام Yang Maha Memberi Kesejahteraan
6 Al Mu`min المؤمن Yang Maha Memberi Keamanan
7 Al Muhaimin المهيمن Yang Maha Mengatur
8 Al Aziz العزيز Yang Maha Perkasa
9 Al Jabbar الجبار Yang Memiliki Mutlak Kegagahan
10 Al Mutakabbir المتكبر Yang Maha Megah
11 Al Khaliq الخالق Yang Maha Pencipta
12 Al Baari البارئ Yang Maha Melepaskan
13 Al Mushawwir المصور Yang Maha Membentuk Rupa
14 Al Ghaffaar الغفار Yang Maha Pengampun
15 Al Qahhaar القهار Yang Maha Memaksa
16 Al Wahhaab الوهاب Yang Maha Pemberi Karunia
17 Ar Razzaaq الرزاق Yang Maha Pemberi Rezeki
18 Al Fattaah الفتاح Yang Maha Pembuka Rahmat
19 Al `Aliim العليم Yang Maha Mengetahui
20 Al Qaabidh القابض Yang Maha Menyempitkan
21 Al Baasith الباسط Yang Maha Melapangkan
22 Al Khaafidh الخافض Yang Maha Merendahkan
23 Ar Raafi الرافع Yang Maha Meninggikan
24 Al Mu`izz المعز Yang Maha Memuliakan
25 Al Mudzil المذل Yang Maha Menghinakan
26 Al Samii السميع Yang Maha Mendengar
27 Al Bashiir البصير Yang Maha Melihat
28 Al Hakam الحكم Yang Maha Menetapkan
29 Al `Adl العدل Yang Maha Adil
30 Al Lathiif اللطيف Yang Maha Lembut
31 Al Khabiir الخبير Yang Maha Mengenal
32 Al Haliim الحليم Yang Maha Penyantun
33 Al `Azhiim العظيم Yang Maha Agung
34 Al Ghafuur الغفور Yang Maha Memberi Pengampunan
35 As Syakuur الشكور Yang Maha Pembalas Budi
36 Al `Aliy العلى Yang Maha Tinggi
37 Al Kabiir الكبير Yang Maha Besar
38 Al Hafizh الحفيظ Yang Maha Memelihara
39 Al Muqiit المقيت Yang Maha Pemberi Kecukupan
40 Al Hasiib الحسيب Yang Maha Membuat Perhitungan
41 Al Jaliil الجليل Yang Maha Luhur
42 Al Kariim الكريم Yang Maha Pemurah
43 Ar Raqiib الرقيب Yang Maha Mengawasi
44 Al Mujiib المجيب Yang Maha Mengabulkan
45 Al Waasi الواسع Yang Maha Luas
46 Al Hakiim الحكيم Yang Maha Maka Bijaksana
47 Al Waduud الودود Yang Maha Mengasihi
48 Al Majiid المجيد Yang Maha Mulia
49 Al Baa`its الباعث Yang Maha Membangkitkan
50 As Syahiid الشهيد Yang Maha Menyaksikan
51 Al Haqq الحق Yang Maha Benar
52 Al Wakiil الوكيل Yang Maha Memelihara
53 Al Qawiyyu القوى Yang Maha Kuat
54 Al Matiin المتين Yang Maha Kokoh
55 Al Waliyy الولى Yang Maha Melindungi
56 Al Hamiid الحميد Yang Maha Terpuji
57 Al Muhshii المحصى Yang Maha Menghitung
58 Al Mubdi المبدئ Yang Maha Memulai
59 Al Mu`iid المعيد Yang Maha Mengembalikan Kehidupan
60 Al Muhyii المحيى Yang Maha Menghidupkan
61 Al Mumiitu المميت Yang Maha Mematikan
62 Al Hayyu الحي Yang Maha Hidup
63 Al Qayyuum القيوم Yang Maha Mandiri
64 Al Waajid الواجد Yang Maha Penemu
65 Al Maajid الماجد Yang Maha Mulia
66 Al Wahid الواحد Yang Maha Tunggal
67 Al Ahad الاحد Yang Maha Esa
68 As Shamad الصمد Yang Maha Dibutuhkan
69 Al Qaadir القادر Yang Maha Menentukan
70 Al Muqtadir المقتدر Yang Maha Berkuasa
71 Al Muqaddim المقدم Yang Maha Mendahulukan
72 Al Mu`akkhir المؤخر Yang Maha Mengakhirkan
73 Al Awwal الأول Yang Maha Awal
74 Al Aakhir الأخر Yang Maha Akhir
75 Az Zhaahir الظاهر Yang Maha Nyata
76 Al Baathin الباطن Yang Maha Ghaib
77 Al Waali الوالي Yang Maha Memerintah
78 Al Muta`aalii المتعالي Yang Maha Tinggi
79 Al Barru البر Yang Maha Penderma
80 At Tawwaab التواب Yang Maha Penerima Tobat
81 Al Muntaqim المنتقم Yang Maha Pemberi Balasan
82 Al Afuww العفو Yang Maha Pemaaf
83 Ar Ra`uuf الرؤوف Yang Maha Pengasuh
84 Malikul Mulk مالك الملك Yang Maha Penguasa Kerajaan
85 Dzul Jalaali Wal Ikraam ذو الجلال و الإكرام Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
86 Al Muqsith المقسط Yang Maha Pemberi Keadilan
87 Al Jamii` الجامع Yang Maha Mengumpulkan
88 Al Ghaniyy الغنى Yang Maha Kaya
89 Al Mughnii المغنى Yang Maha Pemberi Kekayaan
90 Al Maani المانع Yang Maha Mencegah
91 Ad Dhaar الضار Yang Maha Penimpa Kemudharatan
92 An Nafii النافع Yang Maha Memberi Manfaat
93 An Nuur النور Yang Maha Bercahaya
94 Al Haadii الهادئ Yang Maha Pemberi Petunjuk
95 Al Badii’ البديع Yang Maha Pencipta
96 Al Baaqii الباقي Yang Maha Kekal
97 Al Waarits الوارث Yang Maha Pewaris
98 Ar Rasyiid الرشيد Yang Maha Pandai
99 As Shabuur الصبور Yang Maha Sabar

Tabel diatas adalah daftar 99 Asmaul Husna atau nama-nama baik Allah yang mesti kita pahami dan juga hafalkan sebagai salah satu jalan untuk masuk ke dalam Surga.

Perintah Menghafal Asmaul Husna

Berikut ini adalah dalil-dalil yang menyatakan bahwa kita diperintahkan untuk menghafalkan Asmaul Husna sebagai salah satu jalan bagi kita untuk meraih Surga.

Dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT mempunyai Sembilan puluh Sembilan nama, yaitu serratus kurang satu. Barang siapa yang menghitungnya, niscaya ia akan masuk Surga.” (HR. Bukhari pada Shahihul Bukhari V/354, no. 7236 dan XI/214, no. 6410), serta dalam kitab At-Tauhid no. 7392, dan Shahih Muslim IV 2062, no. 2677.

Dalam riwayat al-Bukhari yang lain disebutkan sebagai “tidaklah seseorang menghafalnya”. Sementara itu, di dalam riwayat Imam Muslim disebutkan dengan redaksi “barangsiapa menghafalnya”.

Imam Ibnu Hajar berkata: “Al-Khatabi mengatakan bahwa kata al-ihsa yang berarti ‘menghitung’, dalam kalimat seperti ini mempunyai beberapa alternative makna sebagaimana berikut:

1. Menghitung dan menyebutnya dari awal sampai dengan akhir. Maksudnya, tidaklah cukup hanya dengan sebagiannya, akan tetapi seseorang berdoa kepada Allah dan memuji-Nya dengan semua nama tersebut, sehingga semua yang dijanjikan melalui Asmaul Husna tersebut akan melahirkan balasan Surga.

2. Yang dimaksud dengan ‘menghitung’ di sini adalah kemampuan, seperti yang disebitkan dalam firman-firman Allah SWT, dimana Allah menyebutkan: “Allah mengetahui bahwa sekali-kali kamu tidak akan mampu menentukan batas-batas waktu itu.” (QS. Al-Muzzamil (73): 20.

Juga, seperti disebutkan dalam hadits Nabi SAW: “Beristiqamahnlah kalian, dan kalian tidak akan mampu melakukannya…”

Yakni, kalian tidak akan pernah mampu mencapai hakikat istiqamah tersebut. Dengan demikian, makna dari hadits tersebut adalah siapa saja yang sanggupmenunaikan hak-hak Asmaul Husna (nama-nama Allah yang baik) tersebut, serta mengamalkan segala sesuatu yang menjadi konsekuensinya, yaitu dengan menghayati maknanya, lalu menuntut dirinya untuk melaksanakan berbagai kewajiban yang terdapat di balik nama-nama tersebut.
Apabila ia berkata ar-Razzaq makai a harus yakin dengan rizki (yaitu ia berasal dari Allah). Demikian pula dengan nama-nama lainnya.

3. Maksud dari kata ihsa adalah memahami makna-maknanya secara menyeluruh. Kata ini diambil dari suatu istilah dalam Bahasa Arab: fulan dzu hashah, yang artinya adalah fulan mempunyai pemahaman dan pengetahuan.

Demikianlah sahabat Elfatica, salah satu jalan yang akan membawa kita untuk masuk ke dalam Surga yaitu dengan menghafalkan nama-nama Allah yang baik atau disebut juga dengan Asmaul Husna. Hal ini seperti tertulis di dalam kitab Fathul Bari (XI/225). Semoga kita termasuk orang-orang yang dimudahkan Allah SWt dalam berbuat kebaikan dan ketaatan, salah satunya dengan menghafalkan Asmaul Husna.

Disarikan dari: 62 Amalan Pembuka Pintu Surga oleh Abdullah bin Ali al-Ju’aitsin.

3. Mengerjakan Kewajiban-kewajiban Dalam Islam – Seri Amalan Yang Mengantarkan Masuk Surga

0
menjalankan kewajiban dalam Islam
menjalankan kewajiban dalam Islam. image:internet

Elfatica.com – Bagian ketiga dari Amalan-amalan yang mengantarkan masuk Surga adalah mengerjakan kewajiban-kewajiban dalam Islam. Sebagai seorang muslim yang beriman dan bertakwa, kewajiban kita selanjutnya adalah melaksanakan perintah-perintah Allah SWT dan Rasul-Nya dengan segala ketulusan dan keteguhan hati, dengan tujuan agar Allah SWT ridha dan memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang bertakwa.

menjalankan kewajiban dalam Islam
menjalankan kewajiban dalam Islam. image:internet

Beberapa dalil yang menyebutkan perihal perintah untuk mengerjakan kewajiban-kewajiban dalam beragama Islam ini adalah sebagai berikut:

1. Dari Thalhah bin Ubaid RA, ia menuturkan” “Seseorang yang berasal dari penduduk Nejed dengan rambutnya yang beruban datang kepada Nabi Muhammad SAW; nada suaranya yang tinggi nyaring terdengar, namun tidak ada yang paham apa yang diucapkannya hingga ia mendekat kepada Nabi SAW. Rupanya, orang itu bertanya mengenai Islam. Maka, Rasulullah pun menjawab:

“‘(Islam itu adalah) Mengerjakan shalat lima kali dalam sehari semalam.’ Orang tersebut bertanya lagi: ‘Adakah kewajiban lain yang harus aku lakukan selain itu?’ Beliau menjawab: ‘Tidak ada, kecuali engkau mengerjakan shalat sunnah.’ Beliau berkata lagi: ‘(ISlam itu juga adalah) Mengerjakan puasa Ramadhan.’ Orang itu juga bertanya lagi: ‘Adakah kewajiban lain yang harus aku kerjakan selain itu?’ Beliau menjawab: ‘Tidak ada, kecuali engkau mengerjakan puasa sunnah.'”

Thalhah RA melanjutkan: “Kemudian, beliau SAW menyebutkan perihal zakat pada orang tersebut. Orang itu lantas bertanya: ‘Adakah kewajiban lain yang harus kutunaikan selainnya?’ Beliau menjawab: ‘Tidak ada, kecuali engkau menunaikan zakat sunnah (sedekah).’

Thalhah RA meneruskan: “kemudian, orang itu berbalik sambil berkata: ‘Demi Allah, aku tidak akan menambahkan atau mengurangi hal-hal yang wajib itu.’ Rasulullah SAW berkata: ‘Jika perkataanmu itu jujur, maka ia beruntung.’ Di dalam riwayat lain, Nabi SAW berkata: ‘ia masuk Surga jika yang dikatakannya itu benar.'”

2. Al-Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan dari Abu Hurairah RA dengan redaksi yang senada. Mereka juga meriwayatkan hadits tersebut dari jalur Abbu Ayyub RA dengan redaksi yang senada; hanya saja di dalamnya disebutkan tambahan redaksi: “Engkau menyambung tali silaturrahim.”

Pada redaksi Muslim, dari Jabir RA, ia bertutur: Seseorang mendatangi Nabi, lantas ia bertanya: ‘Apa pendapat Anda jika aku mengerjakan shalat fardhu, puasa Ramadhan, menghalalkan yang halal, mengharamkan yang haram, dan aku tidak akan menambahkan dari hal itu satu pun; apakah aku akan masuk Surga?’ Beliau menjawab: ‘Ya.’ Orang itu lantas berkata: “Demi Allah aku tidak akan menambah dari hal itu satu pun.'” (HR. MUslim no.15).

3. Dari Abu Hurairah RA, ia menuturkan bahwasannya Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mengerjakan shalat (fardhu), dan berpuasa Ramadhan, maka Allah berhak memasukkannya ke dalam Surga; baik orang itu berjihad di jalan Allah maupun ia duduk berdiam diri di bumi tempat ia dilahirkan (tidak ikut berjihad).” (HR. Bukhari VI/11, no.2790).

Demikianlah sahabat Elfatica bagian ketiga dari seri amalan yang akan mengantarkan kita masuk ke dalam Surga-Nya, semoga bermanfaat.

2. Konsisten Dalam Beriman dan Bertakwa – Seri Amalan Yang mengantarkan Masuk Surga

0
beriman dan bertakwa kepada Allah
beriman dan bertakwa kepada Allah

Elfatica.com – Para Sahabat Elfatica, pada bagian kedua dari seri amalan yang mengantarkan kita untuk masuk ke dalam Surga Allah SWT adalah konsisten dalam beriman dan bertakwa kepada Allah. Nah sebelum menyebutkan dalil-dalil yang memuat poin ini, kita akan kupas dulu apakah arti dari beriman dan bertakwa.

1. Arti Dari Beriman Kepada Allah SWT

Beriman kepada Allah SWT artinya adalah yakin dengan keyakinan yang pasti bahwa Allah adalah Rabb dan pemilik semesta alam dan segala sesuatu, Dialah satu-satunya pencipta, pengatur segala sesuatu, dan Dialah satu-satunya yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Semua sesembahan selain Dia adalah sesembahan yang batil, dan beribadah kepada selain-Nya adalah kebatilan. Iman kepada Allah ini merupakan asas dan pokok dari keimanan. Allah berfirman:

(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al Hajj: 62).

beriman dan bertakwa kepada Allah
beriman dan bertakwa kepada Allah

Dialah Allah yang disifati dengan sifat yang sempurna dan  mulia, tersucikan dari segala kekurangan dan  cacat. Keimanan kepada Allah ini merupakan perwujudan tauhid yang tiga, yatu tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah, dan tauhdi asma’ wa shifat. Keimanan kepada Allah mengandung tiga macam tauhid ini, karena makna iman kepada Allah adalah keyakinan yang pasti tentang keesaan Allah Ta’ala dalam rububiyah, uluhiyah, dan seluruh nama dan sifat-Nya. (Al Irysaad ilaa shahiihil I’tiqaad, Syaikh Sholeh al Fauzan).

2. Cakupan Iman  Kepada Allah

Iman kepada Allah mencakup empat perkara :

  1. Iman tentang keberadaan (wujud) Allah.
  2. Iman tentang keesaan Allah dalam rubuiyah
  3. Iman tentang keesaan Allah dalam uluhiyah
  4. Iman terhadap asma’ (nama) dan sifat-Nya.

Keimanan yang benar harus mencakup empat hal di atas. Barangsiapa yang tidak beriman kepada salah satu saja maka dia bukan seorang mukmin. (Syarh al ‘Aqidah al Washitiyah, Syaikh Muhammad bin Sholih al ‘Utsaimin).

3. Arti Bertakwa Kepada Allah SWT

Seseorang dianggap bertakwa apabila seseorang yang taat kepada Allah Azz Wa Jalla atas cahaya (petunjuk) dari Allah karena mengharap rahmat-Nya dan ia meninggalkan maksiat karena takut akan siksa-Nya. Tidaklah seseorang dikatakan takwa kepada Allah jika dia belum menjalankan kewajiban yang Allah tetapkan dan menunaikan hal-hal yang sunnah seperti yang dicontohkan Nabi shalallahu alaiahi wasallam.

Secara etimologi takwa berasal dari kata waqa – yaqi – wiqayah yang artinya menjaga diri, menghindari dan menjauhi. Sedangkan pengertian takwa secara terminologi, takwa adalah takut kepada Allah berdasarkan kesadaran dengan mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta takut terjerumus dalam perbuatan dosa, mengutip percikaniman.org.

Takwa terulang dalam Alquran sebanyak 259 kali dengan makna yang cukup beragam, di antaranya: memelihara, menghindari, menjauhi, menutupi, dan menyembunyikan.

Ibnu Qayyim berkata, “Hakikat takwa adalah menaati Allah atas dasar iman dan ihtisab, baik terhadap perkara yang diperintahkan atau pun perkara yang dilarang. Oleh karena itu, seseorang melakukan perintah itu karena imannya, yang diperintahkan-Nya disertai dengan pembenaran terhadap janji-jani-Nya. Dengan imannya itu pula, ia meninggalkan yang dilarang Allah dan takut terhadap ancaman-Nya.”

4. Tiga Makna Takwa Dalam Al-Qur’an

Takwa dalam Alquran memiliki tiga makna yaitu:

  1. Takut kepada Allah dan pengakuan superioritas Allah. Hal ini seperti kalam-Nya yang artinya, “Dan hanya kepada-Ku lah kamu harus bertakwa. (Al-Baqarah: 41).

2. Bermakna taat dan beribadah, sebagaimana kalamnya yang berarti, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah denan sebenar-benar takwa.” (Ali-Imran: 102). Ibnu Abbas berkata, “Taatlah kepada Allah dengan sebenar-benar ketaatan.” Mujahid berkata “Takwa kepada Allah artinya, Allah harus ditaati dan tidak dilupakan, disyukuri dan tidak dikufuri.”

3. Dengan makna pembersihan hati dari noda dan dosa. Maka inilah hakikat dari makna takwa, selain pertama dan kedua. Sbagaimana termaktub dalam irman-Nya; “Dan barangsapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, takut kepada Allah dan bertakwa, maka itulah orang-orang yang beruntung.” (An-Nur: 52).

5. Dalil-dalil Mengenai Perintah Untuk Beriman dan Bertakwa serta Konsisten Dalam Melaksanakannya

Berikut ini adalah dalil-dalil yang menyuruh kita sebagai umat Islam untuk beriman dan bertakwa, serta konsisten dalam mengerjakan ketaatan dan menjauhi segala larangannya:

  • Allah SWT berfirman: “Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, untuk mereka disediakan surga Firdaus sebagai tempat tinggal, mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin pindah dari sana.” (QS. Al-Kahfi: 107-108)
  • Allah SWT berfirman: “Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 82)
  • Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang berkata: ‘Tuhan kami adalah Allah’ yang kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata): ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.'” (QS. Fushilat: 30)
  • Allah SWT juga berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang berkata: ‘Tuhan kami adalah Allah’ kemudian mereka tetap istiqamah tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati. Mereka itulah para penghuni surga, kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-Ahqaf: 13-14)
  • Dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Semua umatku akan masuk surga kecuali mereka yang enggan (memasukinya).” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, siapakah yang enggan?” Beliau SAW menjawab: “Barangsiapa yang menaatiku, maka ia akan masuk Surga, namun barangsiapa yang mendurhakaiku berarti ia telah enggan (memasukinya).” (HR. Bukhari XII/249, no. 7280)

Demikianlah sahabat Elfatica, pada bagian kedua dari amalan yang akan mengantarkan kita untuk masuk ke dalam Surga adalah beriman dan konsisten dalam melaksanakan ketaatan serta konsisten dalam menjauhi kemaksiatan. Semoga kita dapat melaksanakan poin kedua ini dengan konsisten dan dapat meraih Surga-Nya kelak, Aamiin.

sumber:
– almanhaj.or.id
– rumaysho.com
– islampos.com
– 62 Amalan Pembuka Pintu Surga: Abdullah bin Ali al-Ju’aitsin

Seri Amalan Yang mengantarkan Masuk Surga: 1. Dua Kalimat Syahadat

0
2 kalimat syahadat
2 kalimat syahadat

Elfatica.com – Sahabat Elfatica, apakah ada diantara Anda yang tidak ingin masuk surga? Tentu tidak bukan, karena kita sebagai manusia diciptakan oleh Allah SWT untuk beribadah kepada-Nya, dan Allah akan memberikan surga kepada hamba-hamba-Nya yang bertakwa, dan akan memasukkan hamba-hamba-Nya yang ingkar ke dalam neraka. Pilihan kita sebagai manusia hanyalah dua, apakah ingin masuk ke dalam surga dimana segala kenikmatan dan kesenangan yang tidak ada bandingannya di dunia akan kita temukan di sana (semoga Allah memasukkan kita ke dalamnya), ataukah masuk ke dalam neraka dimana semua penderitaan dan kesedihan, kesakitan yang belum pernah ada di dunia ini (semoga kita dijauhkan darinya). Pastinya kita akan memilih masuk ke dalam surga, dan oleh karena itu Allah melalui Rasulullah Muhammad SAW memberikan jalan bagaimana kita agar dapat meraih surga. Jalannya adalah dengan melakukan amalan-amalan yang kita lakukan di dalam kehidupan kita di dunia ini.

Apakah amalan-amalan yang disampaikan oleh Rasulullah untuk membuka pintu surga bagi kita? Berikut akan kami bagikan dalam serial artikel dimana dalam satu artikel akan mengupas satu amalan, dan insya Allah akan kami update.

1. Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat dan Beramal Sesuai dengan Tuntunan Kandungannya

dua kalimat syahadat
dua kalimat syahadat. image: internet

Amalan pertama dan yang paling penting sebagai jalan masuk ke dalam surga menurut Rasulullah SAW adalah dengan mengucapkan kedua kalimat syahadat dan beramal sesuai dengan tuntunannya. Hal ini terdapat dalam beberapa hadits sebagai berikut:

a. Dari Ubadah bin ash-Shamit RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda:
“Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah semata, yang tiada sekutu bagi-Nya; dan bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya; bahwa Isa adalah hamba Allah dan utusan-Nya; bahwa kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam dan roh dari-Nya; dan bahwa Surga itu benar; dan Neraka itu benar, niscaya Allah SWT akan memasukkannya ke dalam Surga dengan perbuatan yang telah dikerjakannya.”( Shahihul Bukhari VI/474, no. 3435 dan Shahihul Muslim I/57, no. 28).

b. Diriwayatkan dari Abu Dzar RA, ia menuturkan bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah seorang hamba mengatakan: ‘Laa ilaha illallaah’, kemudian ia meninggal atas kalimat tersebut, melainkan ia akan masuk ke Surga.” Aku (Abu Dzarr) bertanya: “Walaupun dia berzina dan mencuri?” Beliau menjawab: “Walaupun dia berzina dan mencuri.” Aku bertanya lagi: “Walaupun dia berzina dan mencuri?” Beliau SAW menjawab: “Walaupun berzina dan mencuri.” (Beliau menjawab demikian hingga tiga kali). Kemudian, pada kali yang keempat beliau bersabda: “Walaupun dia berzina dan mencuri, meskipun Abu Dzarr tidak menyukainya.”

Di dalam kitab Fathul Baari, al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani mengatakan: “Maksud dari kalimat laa ilaaha illallaah dalam hadits ini dan pada hadits yang lainnya adalah dua kalimat syahadat. Dalam hal ini, tidak disebutkannya syahadat risalah (yaitu bahwasannya Nabi Muhammad sebagai Rasulullah) bukanlah sebuah masalah. Ibnul Munir berkata: ‘Kalimat laa ilaaha illallaah adalah sebuah istilah yang dipakai untk mengucapkan dua kalimat syahadat dalam syariat.’”

c. Sementara itu, Imam Muslim meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah yang cukup panjang mengenai hal ini. Di dalam hadits ini, Abu Hurairah RA menuturkan: “Maka, Rasulullah SAW bersabda:
“Wahai Abu Hurairah-seraya memberikan kedua sandalnya kepadaku-pergilah esngkau dengan sandalku ini. Barangsaiapa yang engkau temuui di balik kebun ini, yang bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah dengan penuh keyakinan dari hatinya, maka berilah kabar gembira kepadanya bahwa ia akan masuk Surga.”

d. Diriwayatkan dari Jabir RA, ia bertutur: “Nabi Muhammad SAW didatangi oleh seseorang, lalu orang tersebut bertanya: ‘Wahai Rasulullah, dua hal apakah yang konsekuensinya pasti?’ Beliau menjawab: ‘Siapa meninggal dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, maka ia masuk Surga. Dan, siapa yang meninggal dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sesuatu, makai a masuk Neraka.”

e. Dari Utsman RA, ia berkata: Nabi SAW bersabda:
“Barangsiapa yang meninggal dunia dalam kondisi dia mengetahui bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah, makai a masuk Surga.”

Demikianlah hadits-hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan betapa pentingnya menyatakan dua kalimat syahadat dan mengamalkannya sesuai dengan tuntunannya, karena ia adalah salah satu pintu yang akan mengantarkan kita untuk masuk ke dalam Surga. Semoga kita termasuk orang-orang yang masuk ke dalam Surga-Nya, dan dilindungi dari Neraka, Aamiin.

Sumber: 62 Amalan Pembuka Pintu Surga karya Abdullah bin al-Ju’aitsin.

error: Content is protected !!
Have no product in the cart!
0